Kambuh Gangguan Kesehatan Mental karena Pandemi, Ini Kisah Pekerja Sosial yang Pantang Menyerah

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sebelum pandemi menyebar seperti sekarang, para petugas kesehatan ditarik demi keselamatan bersama. Namun sekarang, ada ratusan ribu petugas kesehatan yang harus menghadapi hidup di ambang batas, demi menyelamatkan hidup orang lain.

Pandemi tidak hanya tentang penyakit fisik, namun juga kesehatan mental. Ocean Capewell adalah seorang pekerja sosial, bukan perawat, dokter, atau terapis. Pekerjaannya adalah tentang kesehatan yang dipengaruhi oleh pandemi.

Ocean tidak bekerja di ruang gawat darurat atau ICU dan ia tidak pernah memegang tangan siapapun saat mereka meninggal. Namun, di masa lalu, Ocean pernah mengalami PTSD dan pekerjaannya selama beberapa bulan terakhir, telah membuat penyakit tersebut kambuh.

Ocean menghadapi 20.000 kematian dan setiap kali ia menambahkan angkanya, sekarang ia telah mendapati angka 24.000. Sekarang, angka itu tidak ada artinya lagi, mengingat banyaknya orang melakukan demo di mana-mana, memprotes agar mereka diberikan pekerjaan lagi, tanpa memikirkan kesehatan diri sendiri dan orang lain.

Ocean berjuang menyelamatkan hidup para kliennya

Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Jeshoots
Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Jeshoots

Apa yang dilakukan oleh Ocean sejak pandemi berlangsung rasanya seperti serangan PTSD di masa lalu. Ia kembali merokok setelah 10 tahun tidak pernah melakukannya dan tidak lagi bisa merasa senang.

Ocean ingat ketika dirinya pertama kali belajar tentang PTSD kompleks. PTSD kompleks membuat penderitanya mengalami reaksi stres traumatis.

Ini tidak terkait atau disebabkan oleh insiden yang terisolasi seperti kecelakaan mobil atau penyerangan. Penyebabnya adalah di keluarga, lingkungan, atau pekerjaanmu dan tidak ada jaminan penyakit tersebut bisa diatasi.

Salah satu prinsip dari praktik yang dilakukan oleh Ocean saat ini adalah ia tidak akan membiarkan kliennya mengalami trauma sendirian. Yang kedua, ketika ada orang yang mencoba membandingkan perasaannya dengan apa yang dialami oleh orang lain, ia akan mengingatkan mereka bahwa trauma pasti akan menyebabkan rasa sakit yang signifikan pada orang yang merasakannya.

Ocean juga pernah berjuang dengan gangguan mental di tahun 2014

Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Insung Yoon
Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Insung Yoon

Hal yang sama juga coba diterapkannya pada diri sendiri. Ocean pernah berjuang mengatasi penyakit mentalnya dari tahun 2014 hingga 2016, berjuang keras agar dirinya merasa baik-baik lagi.

Namun, sekarang lihat yang dilakukan dan dialaminya setiap hari, sejak pandemi. Ingatlah, bahwa tidak ada orang yang ingin berada di kondisi ini, siapapun ia, baik petugas kesehatan, maupun pasien yang ditangani.

"Jika kelak kita bisa melewati 2020 dengan selamat, penting untuk diingat bahwa kita semua telah berusaha yang terbaik untuk melewati situasi yang benar-benar gila ini. Bahkan jika kita pernah melakukan kesalahan, terlalu lelah, atau pernah berpikir untuk menyerah."

Ocean berharap, setiap hari, setiap orang masih bangun dengan energi yang baru untuk saling membantu satu sama lain, melewati kondisi ini bersama-sama. Bagaimana menurutmu?

#ChangeMaker