"Kami Punya Senjata yang Tak Dimiliki Negara Lain & Kami akan Memakainya Jika Perlu"

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan negara lain yang ikut campur dalam perang di Ukraina akan mendapat respons secepat mungkin dengan senjata tercanggih yang dimiliki Moskow.

Demikian dikatakan Putin di depan anggota parlemen Rusia kemarin.

"Jika ada pihak luar yang memutuskan ikut campur dalam peristiwa yang sedang berlangsung saat ini dan membuat ancaman strategis yang tidak dapat dibenarkan kepada kita maka mereka harus tahu bahwa respons kita akan terjadi secepat kilat," kata dia, seperti dilansir laman Russia Today, Kamis (28/4).

"Kami punya alat untuk melakukan ini. Alat yang tidak dimiliki pihak lain, Tapi kami tidak akan sesumbar. Kami akan menggunakannya jika diperlukan," kata Putin, tanpa menyebut alat apa yang akan dikerahkannya.

Dia juga menuturkan, para bawahannya sudah menyiapkan semua yang diperlukan untuk melakukan respons itu.

Pekan lalu Moskow sukses menguji coba rudal balistik antarbenua RS-28 Sarmat. Rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir dan melaju dengan kecepatan hipersonik dan dikatakan mampu menghindari sistem pertahanan mana pun.

Amerika Serikat dan negara sekutu NATO sejauh ini tidak memiliki senjata dengan kecepatan hipersonik.

Negara Barat baru-baru ini kembali memasok persenjataan ke Ukraina, termasuk rudal anti-tank dan anti-pesawat. Mereka juga menerapkan sanksi keras kepada Rusia.

Namun Washington hingga kini tidak mau mengerahkan tentara NATO di medan pertempuran atau menerapkan larangan terbang di Ukraina karena menghindari konflik langsung dengan tentara Rusia. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel