Update Kamis 19 November 2020: Positif Covid-19 Ada 483.518, Sembuh 406.612, Meninggal 15.600

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan, sampai saat ini masih ada penambahan angka kasus Corona di Indonesia.

Per data hari ini, Kamis (19/11/2020), ada penambahan 4.798 orang yang dinyatakan positif Corona Covid-19.

Hingga saat ini di Indonesia, total akumulatifnya terdapat 483.518 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona Covid-19.

Meski angka positif bertambah, diiringi juga penambahan angka sembuh sebanyak 4.265 orang pada hari ini. Total akumulatif sampai saat ini, ada 406.612 orang sudah berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Corona Covid-19 di Indonesia.

Untuk kasus meninggal dunia, pada hari ini bertambah 97 orang. Jadi, total akumulatifnya ada 15.600 pasien Corona Covid-19 di Indonesia meninggal dunia hingga kini.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak pukul 12.00 WIB, Rabu, 18 November 2020 hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Data Pasien di RSD Wisma Atlet dan RSKI Pulau Galang

Tim medis yang mengantar pasien COVID-19 melapor kepada petugas penjaga saat tiba di RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Jumlah pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet yang semula 1.580 orang kini menjadi 1.667 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Tim medis yang mengantar pasien COVID-19 melapor kepada petugas penjaga saat tiba di RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Jumlah pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet yang semula 1.580 orang kini menjadi 1.667 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien rawat inap di tower 6 dan 7 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat bertambah 71 orang pada Kamis (19/11/2020) hingga pukul 08.00 WIB. Dari semula 1.752 orang menjadi 1.823 pasien.

"Pasien rawat inap di tower 6 dan 7 bertambah 71 orang, semula 1.752 orang menjadi 1.823 orang," kata Perwira penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangannya, Kamis.

Ia menjelaskan, untuk pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet itu terdiri dari 895 pria dan 928 wanita. Pasien yang dinyatakan positif sebanyak 1.823 orang dan pasien suspek nihil.

Sedangkan untuk pasien flat isolasi mandiri yang berada di Tower 4 dan 5 bertambah 95 orang. Semula 925 orang menjadi 1.020 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 536 pria dan 484 wanita.

"Rekapitulasi pasien terhitung mulai tanggal (TMT) 23 Maret sampai dengan 19 November 2020, pasien terdaftar di tower 6 dan 7 sebanyak 25.829 orang. Pasien keluar 24.006 orang, dengan rincian pasien rujuk ke RS lain 452 orang, pasien pulang atau sembuh 23.546 orang dan meninggal 8 orang," ujarnya.

Sedangkan rekapitulasi pasien flat isolasi mandiri tower 4 dan 5 RSD Wisma Atlet sejak 15 September sampai dengan 19 November 2020 pukul 08.00 WIB, pasien terdaftar 14.159 orang, pasien keluar sebanyak 14.092 orang, pasien rujuk 2 orang dan meninggal nihil.

Selain itu, untuk jumlah pasien yang berada di RSKI Pulau Galang ada 321 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 165 pria dan 156 wanita. Untuk pasien yang positif Covid-19 ada 321 orang dan pasien suspek nihil.

"Pasien rawat inap berkurang 9 orang, semula 330 orang menjadi 321. Pasien Covid-19 juga berkurang 9 orang, semula 330 orang menjadi 321 orang dan pasien suspek nihil," ujar Aris.

"Rekapitulasi pasien terhitung mulai tanggal 12 April sampai dengan 19 November 2020 pukul 08.00 Wib, pasien terdaftar sebanyak 4.988 orang, pasien rujuk ke RS lain 20 orang, pasien pulang atau sembuh sebanyak 4.667 orang dan meninggal nihil," tandas Aris.

Perjalanan Kasus Covid-19 di Indonesia

Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: