WHO Kamis akan putuskan status darurat global virus China

Jenewa (Reuters) - Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis akan menentukan apakah pihaknya akan menyatakan status darurat global atas wabah virus baru semacam flu, yang menyebar di dalam dan luar China.

Jika diputuskan sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional, status itu merupakan darurat internasional keenam yang dinyatakan dalam satu dasawarsa terakhir ini.

"Keputusan ini adalah sesuatu yang saya perlakukan dengan sangat hati-hati dan saya siap mengambil keputusan atas pertimbangan yang sesuai dengan semua bukti," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Situasi ini terus bergulir dan sulit," tambahnya. "Tim kami di China sedang berkoordinasi dengan para pakar dan pejabat setempat untuk menyelidiki wabah itu."

Ia berbicara setelah WHO mengadakan sidang panel, beranggotakan para pakar independen, yang berlangsung lama di Jenewa pada Rabu (22/1).

Hingga Rabu, jumlah korban tewas akibat virus korona baru itu tercatat sebanyak 17 orang dan lebih dari 540 orang dipastikan mengidap virus tersebut. Keadaan itu meningkatkan kekhawatiran soal penularan virus itu, yang diduga berasal dari hewan-hewan yang diperdagangkan secara ilegal.

Kepala program darurat WHO, Mike Ryan, mengatakan prioritas sekarang adalah untuk menemukan akar bagaimana virus itu menular di antara manusia.

"Kami sepakat dengan otoritas China, yang sudah bersikap jelas dan transparan, bahwa ada bukti virus tersebut bisa menular dari manusia-ke-manusia," katanya. "Masalah utamanya adalah bagaimana membatasi penularan dari manusia-ke-manusia itu."

Jenis virus korona baru, yang tidak dikenal sebelumnya, diyakini muncul dari sebuah pasar hewan di pusat kota Wuhan. Kasus orang mengidap virus itu diketahui sudah menyebar hingga ke Amerika Serikat.

Wuhan sedang menutup jaringan transportasinya serta meminta para warga untuk tidak keluar dari kota itu, demikian dilaporkan media pada Kamis.

(Laporan oleh Stephanie Nebehay di Jenewa dan Kate Kelland di London; Disunting oleh Hugh Lawson)