KAMMI harap Pemerintah serius sediakan vaksin halal COVID-19

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berharap Pemerintah serius menyediakan vaksin halal COVID-19 untuk kepentingan umat Islam, kata Ketua Bidang Kebijakan Publik Pengurus Pusat Ammar Multazim Bil Haq dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ammar mengatakan harapan terkait penyediaan vaksin halal tersebut merupakan satu dari enam poin Gerakan Selamatkan Indonesia yang diluncurkan KAMMI dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

"Salah satu permasalahan yang diangkat dalam Gerakan ini terkait kewajiban Pemerintah dalam menyediakan vaksin halal dan sesuai amanat putusan Mahkamah Agung (MA)," katanya.

Poin-poin Gerakan tersebut ialah menyelamatkan Indonesia dari oligarki dan krisis ekonomi, mafia hukum, paham berbahaya, serta menyelamatkan masa depan demokrasi Indonesia, generasi muda, dan kepentingan umat Islam.

Baca juga: Kuasa Hukum YKMI layangkan surat keberatan atas SK Menkes

Menurut dia, alasan dimasukkannya permasalahan vaksin halal adalah karena Pemerintah lamban dalam mengeksekusi putusan MA yang sudah disahkan sejak 14 April 2022. Sementara itu, lanjutnya, sudah banyak rakyat yang mendapatkan vaksin COVID-19 yang tidak halal karena keterpaksaan.

Selain itu, lanjutnya, alasan lain ialah karena belum ada peta jalan atau road map produksi vaksin halal dalam negeri. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyatakan masih menerima donasi vaksin yang hampir kedaluwarsa dari negara lain.

"Sebagai negara yang menganut asas negara hukum, Pemerintah seharusnya taat dan patuh terhadap keputusan tertinggi mahkamah peradilan di negara ini," ujarnya.

Oleh karena itu, PP KAMMI akan menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk membuka ruang diskusi dan aksi gerakan moral turun ke jalan guna menyerukan Gerakan Selamatkan Indonesia.

Baca juga: Alim ulama Jakarta minta pemerintah sediakan vaksin halal
Baca juga: YKMI: SK Menkes belum sepenuhnya jalankan putusan MA

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel