Kampanye vaksin membesar seiring kekhawatiran menyebar lebih cepatnya Covid

·Bacaan 4 menit

Brussels (AFP) - Belgia pada Senin bergabung dalam daftar negara-negara yang jumlahnya kian banyak yang meluncurkan kampanye vaksinasi Covid-19 ketika varian baru virus corona yang diyakini lebih menular menyebar kian luas dan negara-negara lainnya meningkatkan pembatasan.

Israel di mana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membanggakan kampanye vaksinasi "rekor dunia" yang menginokulasi 380.000 orang dari total 8,7 juta penduduknya sampai Senin, mulai menginjeksikan suntikan vaksin kepada tentara di 17 pusat di seluruh negeri.

Sementara IDF merupakan "salah satu militer pertama di dunia yang meluncurkan kampanye vaksinasi bagi tentaranya," vaksinasi ini membutuhkan waktu "berbulan-bulan" sebelum semuanya terlindungi, kata dokter Yael Arbel dari korps medis militer.

Negara di Timur Tengah itu pada Minggu memulai lockdown virus corona, sedangkan Polandia pada Senin memasuki pembatasan baru selama tiga pekan.

Saat kampanye vaksinasi meningkat pesat, infeksi global sudah melampaui angka 80 juta dengan hampir 1,8 juta kematian.

Kekhawatiran dibuat memuncak oleh strain atau varian baru Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan diyakini oleh para ahli berpotensi lebih menular.

Setelah varian baru ini menyebar ke beberapa negara Eropa serta Jepang dan Kanada, Korea Selatan menjadi negara terbaru yang mendeteksi varian virus ini Senin pada tiga individu dari sebuah keluarga yang tinggal di London yang tiba di negara itu pekan lalu.

Lima kasus juga teridentifikasi di wilayah Andalusia di Spanyol selatan.

Sangat terpukul oleh varian baru ini, Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama yang mencatat satu juta kasus, demikian data resmi menunjukkan Minggu.

Pihak berwenang di sana sudah mempertimbangkan memberlakukan kembali pembatasan guna memerangi gelombang kedua infeksi ketika para pemimpin di seluruh dunia menghadapi dilema serupa atas lockdown yang tidak populer dan merusak secara ekonomi.

Sebagian besar negara Eropa memulai kampanye vaksinasi akhir pekan lalu sehingga kian menambah harapan diakhirinya pandemi, terutama di beberapa bagian di benua itu yang paling terpukul.

"Hari ini adalah momen besar ketika Anda mengingat kembali semua yang telah kita lalui," kata Isabella Palazzini, perawat Italia di Cremona yang kehilangan tiga koleganya karena Covid-19.

Belgia menjadi anggota Uni Eropa terbaru yang bergabung dengan gerakan imunisasi terkoordinasi di blok kawasan tersebut.

Dengan penghuni panti jompo antre pada baris pertama, diikuti oleh penjaga, staf medis dan pekerja sosial, "Saya kira ini melegakan ... Covid adalah ujian sejati bagi penduduk dan staf," kata menteri kesehatan wilayah Brussel Alain Maron.

Tetapi perusahaan farmasi Pfizer memperingatkan penundaan pengiriman vaksin ke delapan negara dari pabriknya di bagian utara Belgia.

Satu "masalah logistik kecil" mengartikan pengiriman vaksin dijadwal ulang, kata juru bicara Pfizer Andrew Widger, tetapi menegaskan bahwa masalah tersebut telah terselesaikan.

Di Amerika Serikat yang merupakan negara paling menderita di dunia akibat Covid, infeksi virus corona melonjak melewati 19 juta pada Minggu setelah menambahkan satu juta kasus dalam waktu kurang dari satu pekan.

Jumlah kasus di AS melonjak pada tingkat yang mengkhawatirkan dalam beberapa bulan terakhir. Menurut data Universitas Johns Hopkins, negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu telah menambahkan paling sedikit satu juta kasus baru per pekan sejak awal November.

Tetapi ada yang sedikit membuat lega warga Amerika pada Minggu ketika Presiden Donald Trump akhirnya menandatangani RUU paket stimulus senilai 900 miliar dolar AS yang merupakan bantuan yang telah lama ditunggu-tunggu bagi jutaan warga yang mata pencahariannya terpukul oleh pandemi.

Sementara AS juga telah memulai vaksinasi, ilmuwan terkemuka pemerintah Anthony Fauci pada Minggu mengingatkan bahwa pandemi terburuk mungkin belumlah terjadi, yang mendorong negara itu ke "titik kritis" karena perjalanan liburan menyebarkan virus corona.

Sejauh ini sekitar dua juta warga Amerika telah divaksinasi yang jauh di bawah 20 juta yang dijanjikan pemerintahan Trump sampai akhir tahun ini.

Tetapi Fauci mengecilkan kekurangan itu sebagai cegukan normal dalam proyek yang sangat ambisius dengan mengatakan dia "cukup yakin" bahwa sampai April, semua orang yang menjadi prioritas lebih tinggi akan bisa divaksinasi sehingga membuka jalan bagi masyarakat umum.

Kampanye vaksinasi juga telah dimulai di China, Rusia, Kanada, Singapura dan Arab Saudi, dan ada harapan bakal segera ada lagi satu vaksin yang berhasil.

Tetapi ada kekhawatiran terhadap keraguan atau penolakan vaksin di kalangan masyarakat yang terutama terjadi karena kampanye misinformasi anti-vaksin.

Jajak pendapat menunjukkan banyak warga Eropa yang tidak mau divaksinasi yang dapat menghalangi upaya mengalahkan virus dan mencapai imunisasi secara massal.

Seorang pilot muda Jerman menemukan cara unik dalam meningkatkan kesadaran vaksinasi dengan menelusuri jarum suntik raksasa di langit untuk menandai dimulainya peluncuran vaksin di negaranya.

"Saya ingin memberikan santapan pemikiran kepada orang-orang pada hari vaksin tersedia," kata Samy Kramer (20) yang berstatus pelajar dan pilot amatir, Minggu.


burs-tgb/erc