Kampung Ambon Bakal Bebas dari Narkoba?

TEMPO.CO, Jakarta--Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Gembong Yudha menjanjikan Perumahan Permata, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, biasa dikenal sebagai Kampung Ambon, bakal segera bebas dari peredaran narkoba. "Mei ini kami yakin Kampung Ambon bakal bersih dari narkoba," kata Gembong, Sabtu lalu.

Menurut dia, sejumlah penggerebekan yang dilakukan Polres Jakarta Barat makin mempersempit ruang gerak para bandar narkoba. Dia mencontohkan pada Mei tahun lalu, polisi mencatat ada 24 lapak narkoba di sana. »Sejak dua minggu terakhir polisi sudah tidak lagi menemukan lapak-lapan penjualan narkoba itu,” kata dia.

Sepanjang Mei tahun lalu hingga Maret lalu, misalnya, Polres Jakarta Barat menggerebek kampung narkoba tersebut 9 kali. Sekitar 80 orang sudah ditahan karena kasus narkoba di Kampung Ambon. Operasi besar-besaran terakhir dilakukan pertengahan Maret lalu. Polisi menggerebek tiga lapak narkoba. Dalam operasi tersebut, 70 orang ditangkap, satu di antaranya polisi dari Polres Jakarta Pusat. Sebanyak 41 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Sayangnya, dua pemilik lapak berinisal I dan J, yang disebut polisi sebagai pemain besar, kabur. »Jika dua bandar besar yang kabur bisa ditangkap, akan bersih,” ujarnya.

Untuk mencegah pengedar dan bandar mudah kabur, polisi juga sudah membongkar semua CCTV yang ada di sekitar akses masuk perumahan tersebut. Soalnya, kata Gembong, kamera pengintai itu kerap digunakan bandar untuk mengawasi orang yang keluar-masuk kawasan tersebut.

Kampung yang dihuni sekitar 480 kepala keluarga itu dikenal sebagai swalayan narkoba dan buka 24 jam dalam sepekan.  Dari 16 RT di RW 7, tujuh RT menjadi lokasi lapak narkoba. Pembeli yang datang tinggal menyedot dan bilik sudah disiapkan. Bisnis narkoba memang bergelimang uang. Itu pula yang menyebabkan tidak mudah diberantas.  Apalagi, menurut Badan Narkotika Nasional, jumlah pengguna narkoba di Jakarta mencapai 300 ribu orang.

Gembong memberikan ilustrasi pendapatan lapak milik buron I. Hanya buka lima jam, dari sore sampai malam, lapak tersebut meraup duit Rp 50 juta. Padahal, di lapak yang ditinggal lari pemiliknya itu masih ada 60 gram sabu. Gembong memperkiran lapak tersebut memiliki stok 100 gram sabu untuk dijual hari itu. Dengan asumsi per gram sabu dijual Rp 1,3-1,4 juta, "Kalau tidak digerebek, sampai tengah malam dapat Rp 150 juta," ujar Gembong.

Menurut sumber Tempo di Kampung Ambon,  jumlah lapak yang sebenarnya jauh lebih besar daripada  yang disampaikan polisi. Pada hari biasa ada setidaknya 52 lapak yang buka. Pada musim penggerebekan tinggal 20 lapak.

»Total pendapatan semua lapak bisa mencapai Rp 2 miliar per hari,” ujarnya.

Deputi Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal V. Sambudiono mengatakan masalah peredaran narkoba harus diatasi dengan memberi alternatif mata pencarian bagi warga di daerah rawan. "Permasalahan kembali ke urusan perut, urusan dapur. Kalau tidak ada solusi, mereka kembali melakukan kejahatan itu," ujarnya saat membuka pelatihan servis AC di Kampung Ambon akhir Maret lalu.

Sejak 2010 lalu, BNN memang kerap memberi pelatihan elekronik dan keterampilan lainnya. BNN juga mempersiapkan pembuatan klinik rehabilitasi narkoba di sana yang akan dibuka Juni mendatang.

Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, menyangsikan target Polres Jakarta Barat. "Sulit memberantas narkoba di sana karena penjual narkoba di lapak-lapak punya jaringan kuat,” ujarnya.  

DIMAS SIREGAR | ANGGRITA DESYANI | ATMI PERTIWI | NURHASIM

Topik Terhangat Tempo:

Penguasa Demokrat || Agus Martowardojo || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Baca juga:

Gadis Ini Diperkosa oleh Kenalannya di Facebook

Polisi Buru Pemerkosa Siswi SMP di Condet

Jokowi Beri Kursi Roda Baru bagi Atlet Difabel

Bulan Depan, Kampung Ambon Bebas Narkoba

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.