Kampung Halaman Kamala Harris di India Rayakan Kemenangannya

Renne R.A Kawilarang, ABC Indonesia
·Bacaan 3 menit

Setelah terbangun dengan berita terpilihnya Kamala Harris sebagai pasangan calon presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden, orang-orang di sebuah desa di India menyalakan petasan, membawa papan dengan gambar wajahnya, dan memanjatkan doa.

Kamala Harris:
- Mendiang ibu Kamala Harris lahir di India, sebelum pindah ke Amerika Serikat
- Perdana Menteri India Narendra Modi menggambarkan kesuksesan Kamala sebagai terobosan
- Kamala Harris adalah orang pertama keturunan Asia Selatan yang terpilih sebagai wakil presiden AS

Sekelompok orang berkumpul di sudut jalan desa kecil Thulasendrapuram yang berpenduduk 350 orang, terlihat membaca koran dan mengobrol tentang kemenangan Demokrat sebelum beranjak pindah ke kuil.

Desa yang hijau subur itu adalah kampung halaman kakek dari ibu Kamala Harris, yang kemudian pindah ke Chennai, ibu kota negara bagian Tamil Nadu, beberapa dekade lalu.

Seorang perempuan menulis menggunakan bedak di luar rumahnya: "Selamat Kamala Harris. Kebanggaan desa kami. Vanakkam [Salam] Amerika."

A man carrying a pot to fetch water walks past a banner featuring U.S vice president elect Kamala Harris.
A man carrying a pot to fetch water walks past a banner featuring U.S vice president elect Kamala Harris.


Kakek dari pihak ibu Kamala Harris bermigrasi dari sebuah desa kecil di India beberapa dekade lalu. (AP: Aijaz Rahi)

Sebagian besar dari mereka sudah terlelap saat Joe Biden melampaui ambang kemenangan suara dengan 270 Electoral College.

Kemenangan itu menjadikan Kamala Harris sebagai perempuan pertama sekaligus orang pertama keturunan Asia Selatan yang terpilih sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat.

"Selama dua atau tiga hari kami terus berharap, sementara hasilnya masih tertunda," kata Kalidas Vamdayar, salah satu warga.

"Sekarang ini adalah momentum yang membahagiakan bagi kami. Kami menikmatinya. Kami akan merayakan dengan petasan, membagikan manisan India kepada orang-orang dan berdoa di kuil."

"Kami akan meminta Kamala untuk datang ke sini. Dia pasti mendengar suara kami dan dia mungkin mau datang."

Indian women prepare a Kolam, a traditional art work using coloured powder.
Indian women prepare a Kolam, a traditional art work using coloured powder.


Seorang wanita menulis dalam bedak warna di luar rumahnya: "Selamat Kamala Harris. Kebanggaan desa kami. Vanakkam [Salam] Amerika." (AP: Aijaz Rah)

Menteri urusan pangan negara bagian Tamil Nadu, R Kamraj, memimpin sekitar 100 orang di kuil Dharma Sastha untuk berdoa selama 20 menit, di mana patung dewa Hindu Ayyanar, wujud Dewa Siwa, dimandikan dengan susu dan dihias dengan bunga oleh pendeta.

Dia menyanyikan lagu-lagu pujian setelah menyalakan lampu minyak, dan penduduk desa menundukkan kepala untuk menghormatinya.

"Kamala Harris adalah putri desa kami. Dari anak-anak hingga lansia, kami masing-masing menunggu hari dia akan disumpah sebagai wakil presiden AS," kata Aulmozhi Sudhakar, seorang anggota dewan desa.

Beberapa kekhawatiran terkait kemenangan Kamala

Harris Ancestral Village
Harris Ancestral Village


Penduduk kampung halaman Kamala merayakan kemenangannya dengan memanjatkan doa-doa. (AP: Aijaz Rahi)

Almarhum ibu Kamala Harris juga lahir di India, sebelum pindah ke Amerika Serikat pada usia 19 tahun untuk belajar di University of California.

Dia menikah dengan seorang pria Jamaika dan mereka menamai putri mereka Kamala, bahasa Sansekerta untuk "bunga teratai".

Perdana Menteri India Narendra Modi menggambarkan keberhasilan Kamala sebagai terobosan dan kebanggaan besar, tidak hanya untuk kerabatnya tetapi juga untuk semua orang India-Amerika.

"Saya yakin bahwa hubungan India-AS akan semakin kuat dengan dukungan dan kepemimpinan dia."

Tapi ada juga beberapa kekhawatiran atas pilihan Joe Biden untuk menggandeng Kamala Harris sebagai pasangannya.

Banyak pendukung nasionalis Hindu Modi kesal dengan Kamala, ketika dia menyatakan keprihatinan tentang wilayah Himalaya Kashmir yang terpecah, yang status kenegaraannya dicabut oleh pemerintah India pada Agustus tahun lalu.

Kelompok hak asasi manusia menuduh India melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Kashmir yang dikuasai India, di mana kelompok pemberontak telah berjuang untuk kemerdekaan atau bergabung dengan negara tetangga Pakistan sejak 1989.