Kampung Literasi dan Upaya Melawan Hoaks di Kabupaten Kubu Raya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kampung Literasi dan Kampung Digital Gradasi Punggur Cerdas di Kubu Raya, Kalimantan Barat baru saja diresmikan. Dua program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

"Kampung Literasi ini hanya ada 20 untuk se-Indoensia dan Kampung Literasi Punggur ini merupakan yang pertama di Kalbar. Kita harapkan ini bisa menjadi pelopor untuk daerah lainnya, sehingga kemampuan literasi masyarakat kita bisa terus meningkat," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi dikutip dari Antara, Sabtu (30/10/2021).

Senada dengan Sugeng, Bupati Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Muda Mahendrawan mengatakan, Kampung Literasi dan Kampung Digital Gradasi ini sebagai salah satu wadah mencegah penyebaran informasi hoaks di tengah masyarakat.

"Untuk itu, Pemkab Kubu Raya menyambut baik kehadiran Kampung Literasi dan Kampung Digital Gradasi ini diharapkan untuk bisa bergerak bersama dalam mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat," ucap Muda.

Keberadaan Kampung Literasi di Rumah Pintar Punggur Cerdas ini, menambah energi baru bagi Pemkab Kubu Raya untuk memaksimalkan semangat Kepong Bakol (gotong royong) dalam menjalankan berbagai program pemerintahan, khususnya di sektor literasi dan digitalisasi.

"Untuk Kampung Literasi ini merupakan program dari Kemendikbud di mana PKBM Punggur Cerdas yang ada di Kecamayan Sungai Kakap ini dipercaya untuk mejadi Kampung Literasi pertama di Kalimantan," tutur Muda.

Sementara itu, Mewakili Kemendeikbud Ristek RI, Cecep Surya mengatakan, kehadiran Kampung Literasi diharapkan bisa memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

Menurutnya, Kampung Literasi akan membantu Pemkab untuk mengembangkan potensi keunggulan lokal, sehingga ini bisa mejadi gerakan pemberdayaan berbasis literasi.

Kegiatan Kampung Literasi akan berkembang sesuai dengan keunggulan dan potensi yang ada di kampung Literasi itu sendiri, sehingga peran serta dari semua pihak tentu harus dilibatkan.

"Diharapkan ke depan Pemda bisa membuat payung hukum untuk keberadaan Kampung Literasi ini, sehingga keberadaannya bisa lebih maksimal," tutup Cecep.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel