Kampung Mualaf Pinrang Tak Salat Tarawih Berjamaah karena Tak Ada Imam

Dedy Priatmojo, Irfan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kaum Muslimin di perkampungan mualaf, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, belum sepenuhnya bisa menikmati kekhusyukan Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

Pasalnya, mereka belum bisa merasakan suasana Ramadhan seperti di tempat lainnya, seperti ibadah Salat Tarawih berjamaah. Mereka tidak bisa menunaikan ibadah Salat Tarawih berjamaah lantaran tak ada imam shalat Tarawih.

Warga yang rata-rata masih berstatus mualaf atau baru-baru memeluk ajaran Islam itu terpaksa tidak melaksanakan salat Tarawih secara berjamaah tapi sendiri-sendiri di rumah.

"Info dari Ustaz Farid (pemilik Yayasan Darussalam yang menyediakan lahan bagi para mualaf di lokasi itu), warga tidak jadi salat Tarawih gara-gara tidak ada yang bisa jadi imam salat Tarawih," kata Ketua Forum Arimatea Sulsel, Ustadz Jumzar Rachman, Ahad, 18 April 2021.

Menurutnya, seorang ustaz yang selama ini membina para mualaf di kampung tersebut mengalami kecelakaan, sehingga untuk sementara waktu menjalani perawatan dan meninggalkan kampung mualaf.

Ustaz Jumzar mengakui saat ini tengah mengupayakan ustaz pengganti sekaligus imam untuk kampung mualaf di Pinrang.

"Sementara saya koordinasikan ke beberapa ormas Islam. Semoga secepatnya ada yang bisa kami peroleh dan segera antar ke kampung mualaf," terang sosok pembina mualaf di Kota Makassar ini.

Kampung mualaf di Kelurahan Betteng berada di daerah perbukitan dan tepi sungai. Untuk menuju kampung tersebut mesti keluar dari Ibu Kota Kabupaten Pinrang, kemudian menuju arah wilayah PLN Bakaru, dan menuju kawasan pegunungan di Dusun Betteng.

Rute jalan menuju lokasi kampung mualaf ini cukup menantang karena agak mendaki dengan kondisi jalanan yang belum diaspal.

Kampung mualaf berlokasi di seberang bantaran sungai kecil yang didiami sejumlah kepala keluarga yang sebelumnya adalah penganut kepercayaan Aluk Todolo, Suku Toraja.

Atas donasi dari berbagai kalangan, sejumlah fasilitas seperti tempat ibadah berupa masjid telah berdiri. Juga bangunan khusus bagi pengunjung serta jembatan yang telah melintas di atas sungai.

Di atas gunung itu, terdapat sejumlah kawasan yang didiami para mualaf lainnya. Namun baru di lokasi itu yang sarana dan prasarananya cukup memadai.