Kampung Tambak Udang Eks Dipasena Gelap Gulita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Kampung tambak udang terbesar se Asia Tenggara eks Dipasena di Rawajitu, Tulangbawang, Lampung, gelap gulita hingga Ahad (8/5). PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) tidak main-main dengan ancamannya kepada petambak plasma, terkait ulah premanisasi di kawasan tersebut.

Sebanyak 7.500 kepala keluarga, penghuni hamparan tambak udang tujuh kampung di bumi eks Dipasena, yang sebelumnya milik pengusaha Sjamsul Nursalim tersebut gelisah. Selain, kincir airnya tidak beroperasi, juga anak mereka tak bisa belajar seperti biasa.

Semua aktivitas petambak plasma tanpa aliran listrik lumpuh. Udang-udang windu segar standar ekspor yang digarap petambak plasma bertahun-tahun harus rela terancam mati, karena tidak ada sirkulasi oksigen.

Putusnya aliran listrik oleh pihak perusahaan, membuat lebih dari tiga ribu petambak plasma mengadukan nasibnya. Para petambak yang tergabung anggota Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) menuntut Badan Pengurus Pusat (BPP) P3UW mundur.

Sardjito, seorang petambak plasma, menyatakan mereka (plasma) telah diintimidasi pengurus P3UW agar menuruti apa maunya pengurus.

Direktur PT AWS, Achmad Roswantama, menegaskan pihaknya terpaksa menghentikan aktivitas operasional perusahaan setelah pihak manajemen menganggap iklim investasi sudah tidak kondusif lagi.

"Sudah tidak kondusif lagi, karena aksi premanisme oknum pengurus organisasi yang terus menerus," katanya kepada Republika, Jumat (6/5).


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.