Kampus harus bekali mahasiswa dengan teknologi digital

·Bacaan 2 menit

Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Uhamka) Prof Gunawan Suryoputro MHum mengatakan saat ini perguruan tinggi harus membekali mahasiswa dengan teknologi digital.

“Perkembangan teknologi telah membuat perubahan karakter pada generasi muda. Mereka memiliki karakter multitasking, membaca dari layar, melakukan jejaring digital melalui sosial media, gaming, dan selalu online serta bergantung pada perangkat seluler,” ujar Gunawan di Jakarta, Senin.

Generasi yang disebut digital native tersebut juga lebih cepat belajar hal baru dibandingkan generasi sebelumnya. Hal itu memiliki dampak pada peran perguruan tinggi, yang mana perguruan tinggi harus dapat membekali mahasiswa untuk menjadi terampil dan juga kompeten dalam teknologi digital, serta lebih bertanggung jawab.

Kemudian, perguruan tinggi juga juga perlu melakukan inovasi yang bertujuan meningkatkan kapabilitas digital, katanya dalam The International Virtual Short Course on New Media and Digital Culture in Southeast Asia, yang dipantau di Jakarta.

Baca juga: Uhamka tempati peringkat 66 kampus terbaik versi Webometrics 2022

Baca juga: Uhamka raih penghargaan lembaga pendidikan pendukung literasi zakat


Selanjutnya, perguruan tinggi perlu meningkatkan keahlian dosen dan tenaga kependidikan. Perguruan tinggi juga perlu menyelenggarakan program untuk meningkatkan model pembelajaran.

“Program kursus singkat virtual ini sangat penting bagi kami, sebagai bagian dari kurikulum kami,” ujar dia.

Acara kursus singkat tersebut merupakan kerja sama Uhamka dengan sejumlah universitas di dalam dan luar negeri, diantaranya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Mariano Marcos States University Filipina, Kon Khaen University Thailand, dan lainnya.

Rektor Umsida, Dr Hidayatullah, mengatakan peradaban manusia telah melewati sejumlah revolusi. Mulai dari ditemukannya mesin uap, listrik, komputer, hingga revolusi industri 4.0.

Penemuan teknologi yang demikian pesat, kata Hidayatullah, membawa peluang dan tantangan di seluruh lini kehidupan termasuk di perguruan tinggi.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk bisa merespon dan memanfaatkan adanya perubahan-perubahan yang sangat cepat tersebut,” kata Hidayatullah.

Sejumlah pekerjaan lama telah hilang dan melahirkan pekerjaan-pekerjaan baru yang lebih banyak dikendalikan teknologi digital dengan menggunakan robot dan kecerdasan buatan. Hal itu menuntut perguruan tinggi untuk berubah dan perlu melakukan penyesuaian dalam pembelajaran.

“Program studi yang dihadirkan harus dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan kemudian mereka dapat mengembangkan dengan sendirinya,” ucap Hidayatullah lagi.

Dengan adanya pengalaman sekaligus inspirasi itu, diharapkan mahasiswa ketika lulus siap memasuki dunia kerja yang baru. Meski demikian, ia mengingatkan untuk menyiapkan lulusan yang bisa beradaptasi dengan dunia kerja baru tidak harus dengan membuka prodi-prodi baru.*

Baca juga: Uhamka kantongi izin pembukaan prodi doktor Bahasa Indonesia

Baca juga: 3.779 mahasiswa baru ikuti kuliah perdana Uhamka Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel