Kampus Unhalu Rusuh, Dua Orang Tewas

REPUBLIKA.CO.ID,KENDARI--Kerusuhan di sekitar kampus Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis malam mengakibatkan dua orang tewas.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Muh Facrurrozi saat dihubungi Kamis malam, membenarkan insiden berdarah di kampus Unhalu Kendari kembali terjadi. "Identitas korban yang meninggal dunia itu belum diketahui pasti," katanya.

Hasil pantauan di seputar luar kampus Unhalu, tampak petugas dari Polresta Kendari dan anggota Brimob Polda Sultra berjaga di jalan masuk kampus itu. Warga yang akan masuk ke wilayah kampus di jalan H E Mokodompit itu di tahan petugas dengan maksud untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Untuk keamanan, warga yang akan masuk ke wilayah kampus untuk sementara tidak diperkenankan," kata petugas yang identitasnya enggan disebut. Suasana di wilayah kampus kini mencekam, warga masyarakat yang bermukim salah satu komplek perumahan terbesar di Kota Kendari yaitu BTN Kendari Permai harus membelok dari jalan Lamuse, kelurahan Lepo-Lepo.

Begitu pula warga dari komplek BTN Manggarai dan BTN Astata, harus membelok ke arah bundaran menuju kantor gubernur. Hingga berita ini diturunkan, suasana di wilayah kampus baru Andonohu itu masih mencekam.

Sebelumnya, pada Kamis siang, di gedung Rektorat Kampus Unhalu Kendari diselenggarakan Workshop Internasional Celebrating Diversity yang dirangkaikan pendeklerasian perdamaian yang disebut "Deklarasi Kendari" yang isinya mengajak seluruh suku bangsa di Indonesia yang beragam dan dunia untuk menjaga perdamaian.

Deklarasi Kendari ditandatangani oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arief Rahman, Rektor Universitas Haluoleo Kendari Usman Rianse, ketua Asosiasi Tradisi Lisan Dr Pudentia dan perwakilan UNESCO di Aula Mokodompit Universitas Haluoleo, Kendari.

Deklarasi Kendari dibacakan bersama-sama perwakilan dari berbagai etnis seperti Buton, Tolaki, Toraja, Bajo, Jawa, Papua, NTT, Bima NTB, Madura, Sunda, Bali, Muna, Manado, Aceh, Makassar, Batak, Banten, Bugis dan Flores. Isi deklarasi tersebut diantaranya "kita semua bersaudara, kita bersama di bawah satu langit bersama-sama dalam keragaman untuk menjaga perdamaian".

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.