Kamu Harus Tau Clubhouse, Aplikasi yang Terancam Diblokir di Indonesia

Lazuardhi Utama, BBC Indonesia
·Bacaan 6 menit
Clubhouse. aplikasi, Indonesia
Seorang pengguna iPhone menunjukkan aplikasi Clubhouse.

Aplikasi Clubhouse, yang belum berusia satu tahun, terancam diblokir di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberi waktu hingga beberapa bulan ke depan bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE), termasuk Clubhouse, untuk mendaftarkan diri.

Aplikasi ini digunakan orang-orang terkenal dan super tajir dan aksesnya hanya bisa didapat dari orang-orang yang mengundang penggunanya untuk masuk ke dalam ruang virtual.

Namun Pemerintah Indonesia menyatakan aplikasi obrolan radio (radio chat) Clubhouse belum terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE).

Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi, mengatakan aplikasi yang tidak terdaftar akan mendapatkan pemutusan akses berupa tindakan pemblokiran akses, penutupan akun dan atau penghapusan konten.

"Sesuai Peraturan Menkominfo No 5/2020, PSE yang tidak mendaftar sesuai kebijakan yang berlaku, akan mendapat sanksi administrasi berupa pemutusan akses," kata Dedy dalam keterangan persnya, Kamis (18/02).

Dedy merujuk pada Peraturan Menteri Kominfo No 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat. Melalui payung hukum ini kewajiban mendaftar berlaku bagi setiap PSE yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan layanan komunikasi meliputi namun tidak terbatas pada pesan singkat, panggilan suara, panggilan video, surat elektronik, dan percakapan dalam jaringan dalam bentuk platform digital, layanan jejaring dan media sosial.

"Sesuai dengan PM 5/2020, setiap PSE wajib melakukan pendaftaran ke pemerintah," kata Dedy.

Kewajiban melakukan pendaftaran bagi PSE Lingkup Privat dilakukan sebelum sistem elektronik mulai digunakan oleh pengguna. "Masa pendaftaran adalah 6 bulan sejak PM diundangkan pada tanggal 24 November 2020. Ketentuan ini berlaku untuk semua PSE, tidak hanya Clubhouse," kata Dedy.

Menurut Dedy Permadi, tujuan pendaftaran itu dimaksudkan untuk menjaga ruang digital Indonesia lebih sehat dan melindungi warganet sebagai pengguna aplikasi. "Proses pendaftaran ini adalah proses biasa dan wajar, seperti halnya pendaftaran usaha. Pendaftaran ini ditujukan untuk kepentingan warganet dan ruang digital Indonesia yang lebih sehat, seperti terkait dengan pelindungan data pribadi dan keamanan siber," katanya.

Ia menegaskan masyarakat dapat memberikan pengaduan/informasi terhadap PSE lingkup privat yang tidak melakukan kewajiban pendaftaran. "Warganet tidak perlu khawatir karena proses pendaftaran PSE-PSE telah, sedang, dan akan berjalan sampai batas waktu nanti," ungkapnya.

Whatsapp
Aplikasi media sosial dibatasi

Sudah hampir empat tahun sejak aplikasi TikTok diluncurkan, kini saatnya menyambut aplikasi media sosial berikutnya yang tak kalah menarik perhatian dunia: Clubhouse. Kurang dari satu tahun aplikasi ini telah booming di masyarakat.

Penuh sensasional, penggunanya orang-orang terkenal, kontroversial, dilarang dan penghargaan besar-besaran (meskipun aplikasi ini tak bisa menghasilkan uang, tentunya). Berikut hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang Clubhouse:

Kenapa saya harus tahu?

Elon Musk on stage
Bos Tesla dan SpaceX Elon Musk telah menjadi pengguna Clubhouse

Penggunaan Clubhouse seperti gelombang di seluruh dunia, mulai dari Amerika Serikat (tempat aplikasi ini mulai dikenalkan) sampai ke China, Brasil, dan Turki. Di negara mana pun kamu berada, cepat atau lambat kamu akan segera mendengar tentang aplikasi ini.

Sejumlah tokoh terkenal dan super tajir telah terdaftar di dalam aplikasi ini - Bos perusahaan teknologi raksasa Elon Musk dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg; penyanyi rap Drake dan Kanye West; serta bintang media Oprah Winfrey.

Dengan kehadiran orang-orang tenar dalam aplikasi ini tentunya telah melambungkan harganya - harian Financial Times di Inggris mengatakan pemodal ventura telah menilai harga dari Clubhouse lebih dari 1 miliar dolar AS.

Ini merupakan cara yang adil buat aplikasi yang saat ini tak punya cara menghasilkan uang.

Bagaimana cara menggunakan Clubhouse?

Hal yang membedakan Clubhouse dari yang lainnya karena aplikasi ini tak menyediakan teks, gambar dan video - aplikasi ini hanya audio saja.

Digunakan secara langsung, saat itu juga.

Kamu bisa membuka ruangan virtual untuk kamu sendiri atau bergabung berbincang dengan orang lain di ruangan lain.

Umumnya, hanya sejumlah orang yang dapat berbicara, sementara yang lainnya hanya memiliki pilihan untuk mendengarkan saja. Tapi kamu bisa melambaikan tangan, dan meminta izin pada yang punya ruangan untuk ikut berbicara.

Perbincangan berlangsung tanpa direkam atau dapat diputar kembali. Jadi kamu harus mengikuti segalanya saat itu juga.

Untuk memastikan kamu tidak ketinggalan isu-isu yang sedang dibahas, saat kamu bergabung kamu bisa memilih topik yang ingin kamu ikuti, dan kamu akan mendapatkan pemberitahuan saat orang-orang di dalam ruangan virtual itu mulai membicarakan hal yang kamu minati.

Apanya yang keren sih?

Clubhouse. aplikasi, China
Clubhouse booming dan banyak digunakan di China, tapi tak lama kemudian aplikasi ini diblokir.

Format audio yang disediakan ini telah memberikan kedekatan tersendiri bagi pendengarnya, seperti mendengarkan sebuah podcast atau perbincangan radio.

Elon Musk juga meyakini aplikasi ini bisa menghindari "perubahan konteks" yang menurutnya sebagai "pembunuh pikiran". Ini, sejauh yang bisa diketahui siapa pun, adalah cara yang rumit untuk mengatakan "tak ada berita baru setiap 10 detiknya, dengan selingan gambar kucing-kucing, jadi kamu bisa fokus terhadap satu topik."

Dan meskipun banyak orang menggunakan aplikasi ini hanya untuk ngobrol dengan teman-temannya, tapi kemunculan tokoh seperti Elon Musk berarti kamu bisa mendengarkan suara orang-orang super terkenal dan berpengaruh, ngobrol santai, seakan kamu bersama mereka di dalam satu ruangan.

Keunggulan lain yang tak terduga, sebagai aplikasi baru, Clubhouse berhasil untuk menghindari segala macam aturan sejumlah pemerintah dibandingkan dengan platform media sosial besar lainnya.

Clubhouse diizinkan di China, di saat media sosial asal Amerika Serikat seperti Twitter dan Facebook dilarang.

Situs Quartz melaporkan bahwa pengguna Clubhouse di China "menggunakan aplikasi ini untuk membicarakan topik yang semestinya disensor... seperti demokrasi", mengubah kode undangan menjadi barang dagangan. Tapi pada awal Februari, pihak berwenang China akhinya melarang penggunaan aplikasi ini.

Di banyak negara, Clubhouse menjadi terkenal di kalangan aktivis.

Kedengarannya keren, bro... Bisa kah saya mengunduhnya sekarang?

Man in the street looking at an iPhone
Kamu harus memiliki iPhone untuk menjalankan aplikasi Clubhouse.

Nggak. Sebagai awalan, ini belum tersedia di Android, jadi kalau kamu menggunakan ponsel Huawei, Samsung, LG dan telepon pintar Android lainnya, kamu tak bisa mengunduh Clubhouse saat ini.

Bahkan jika kamu pengguna iPhone. Kamu tak bisa tak bisa mengaksesnya di App Store dan mendapatkannya.

Clubhouse saat ini hanya bisa digunakan ketika kamu mendapat undangan saja. Kamu harus menunggu sampai seseorang mengirimkan undangan untuk bergabung dengan klub - dan pengguna yang sudah bergabung hanya punya dua kesempatan mengundang pada awalnya.

Tapi ini bukan berarti tak akan bisa diakses semudah aplikasi media sosial yang besar saat ini.

Facebook saat ini telah menjadi aplikasi global raksasa dengan 1,5 miliar pengguna, tapi awalnya aplikasi ini hanya tersedia untuk ribuan orang yang belajar di kampus-kampus elit Amerika saja.

Bahkan platform surat elektronik Google, yaitu Gmail, hanya menyediakan satu undangan, sebelum ini menjadi surel arus utama dan digunakan lebih dari 1,5 juta.

Apa saja kekurangannya?

An iPhone running Clubhouse and a pair of headphones
Kelebihan Clubhouse, pengguna merasakan kehadiran yang lain lebih dekat.

Ruang-ruang virtual yang tersedia di Clubhouse dibatasi paling banyak 5.000 pengguna, jadi saat orang terkenal sedang membuka line online kemungkinan kamu tidak mendapat kesempatan untuk mendengarkannya.

Sama halnya dengan aplikasi media sosial lainnya, Clubhouse juga dipertanyakan mengenai kebijakan privasinya.

Aplikasi ini punya kebijakan untuk merekam seluruh perbicangan sementara waktu, "untuk tujuan mendukung penyelidikan ketika terjadi masalah" sebelum akhirnya rekaman itu dihapus.

Tapi ini terserah Clubhouse untuk memutuskan menyimpan rekaman dalam jangka waktu lama, dan orang-orang merasa kesal bahwa syarat dan ketentuan dari aplikasi melarang mereka untuk merekam percakapannya sendiri.

Para pemerhati dunia digital juga mempertanyakan akses aplikasi untuk masuk ke dalam kontak telepon pengguna yang bergabung.

Akankah ini menjadi besar?

Mungkin, Clubhouse hanya memiliki dua juta pengguna aktif saat ini, tapi pertumbuhannya sangat cepat sejak diluncurkan pada 2020.

Tapi media sosial adalah bisnis yang rumit, dan pada saat kesan pertama, Clubhouse menjadi ide yang baik tanpa ada kerumitan di bagian teknisnya.

Ini artinya, ini bisa dengan mudah dicontek oleh para pesaingnya - persoalan yang pernah muncul pada aplikasi Snapchat.

Fitur unggahan gambar dan video yang menghilang telah dicontek dengan kejam oleh Instagram pada bagian untaian Stories-nya. Hal ini membuat Snapchat mendapat pukulan dengan penurunan penggunanya.

Tapi dengan format obrolan audio yang menawarkan sesuatu yang berbeda dari semua platform media sosial, Clubhouse dapat berkembang pesat.