Kamuspusdirla: Muspusdirla sarana transfer semangat para pejuang

Kepala Museum Pusat TNI Angkatan Udara (AU) Dirgantara Mandala (Kamuspusdirla) Kolonel Sus Yuto Nugroho mengatakan Muspusdirla merupakan sarana untuk mentransfer semangat dari para pejuang dahulu kepada generasi bangsa Indonesia saat ini.

"Museum ini merupakan sarana untuk transfer semangat dari para pejuang dahulu kepada generasi sekarang. Transfer semangatnya itu adalah semangat berkorban, semangat cinta Tanah Air, dan semangat cinta dirgantara," kata Yuto kepada wartawan di sela-sela kegiatan Press Tour dan Airmen Gathering Media Dirgantara Tahun 2022 mengunjungi Muspusdirla di Kota Yogyakarta, Provinsi D.I. Yogyakarta, Jumat.

Hal tersebut, kata dia, yang mendasari pendirian Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala pada tanggal 4 April 1969 di DKI Jakarta dan dipindahkan ke Yogyakarta pada tanggal 29 Juli 1978.

Untuk menarik minat masyarakat mengunjungi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, pihaknya melakukan promosi via media massa ataupun media sosial dan menyelenggarakan beragam kegiatan.

"Seperti saat peringatan Hari Anak Nasional, kami menggelar acara lomba di sini dan ini suatu cara untuk menarik masyarakat," kata dia.

Cara tersebut, lanjut Yuto, berhasil meningkatkan jumlah pengunjung Museum Pusat TNI AU Dirgantara. Namun, sebelum acara itu diselenggarakan, jumlah pengunjung museum memang dapat dikategorikan banyak pada saat pandemi COVID-19 mulai melandai, terutama pada liburan.

"Setelah pandemi dibuka, ribuan orang mengunjungi museum. Kalau per bulan, (jumlahnya) tidak pasti. Akan tetapi, rata-rata sekitar 30.000 sampai 50.000 orang pada masa libur," ucap Yuto.

Para pengunjung Museum Pusat TNI AU Dirgantara itu tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi ada pula pengunjung yang berasal dari luar negeri, seperti Amerika Serikat, Belanda, dan Jepang.

Dari total 4.000 koleksi yang ada di museum, kata dia, sebanyak 61 koleksi berupa pesawat, mulai dari pesawat tempur, pesawat pasukan, hingga helikopter, merupakan koleksi yang paling menarik bagi pengunjung.

"Masyarakat lebih suka pesawat terbang yang berjumlah 61 itu karena menurut mereka menarik. Keseharian mereka melihat pesawat di udara. Akan tetapi, di museum ini mereka bisa memegang, bahkan naik pesawat walaupun itu tidak terbang," jelas Yuto.

Dalam kesempatan yang sama, Yuto menyampaikan pula Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala buka setiap hari sejak pukul 08.30 sampai 16.00 WIB dengan ketentuan pengunjung membayar biaya kebersihan sebesar Rp6.000,00 per orang untuk masuk ke dalam museum.

Baca juga: Kepala Museum Pusat TNI AU ajak generasi muda kunjungi museum
Baca juga: Ketua PIA Muspurdirla: Setiap anak punya kelebihan dan potensi bakat