Kanada Umumkan Akan Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kanada mengumumkan akan melarang produksi dan impor plastik sekali pakai.Larangan ini akan diatur dalam sejumlah regulasi baru yang mulai berlaku pada Desember mendatang.

Dalam rilis pemerintah, aturan baru yang diumumkan pada Senin itu akan berlaku untuk kantong belanja, alat makan, kemasan makanan dari plastik yang sulit didaur ulang, kotak cincin, stik pengaduk, dan sedotan dengan beberapa pengecualian.

"Pemerintah kita bersatu terkait mengurangi polusi plastik. Itulah mengapa kami mengumumkan hari ini bahwa pemerintah kita melaksanakan komitmennya untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai yang merusak," jelas Menteri Lingkungan Hidup Kanada, Steven Guilbeault dalam konferensi pers pada Senin.

"Ini adalah langkah bersejarah untuk mengatasi polusi plastik dan menjaga masyarakat kita, tanah, dan laut tetap bersih," lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (21/6).

Penjualan berbagai jenis plastik tersebut akan dilarang mulai Desember 2023, masa penyangga memberikan perusahaan waktu untuk menyesuaikan dengan perubahan tersebut dan menghabiskan stok mereka yang masih ada.

Pemerintah Kanada juga akan melarang ekspor enam jenis plastik tersebut pada akhir 2025.

Berdasarkan UU Perlindungan Lingkungan Kanada, pemerintah federal mengkategorikan plastik sebagai benda beracun. UU tersebut menjadi pembuka jalan dibentuknya regulasi terkait larangan tersebut. Namun, konsorsium produsen plastik menggugat pemerintah terkait penetapan beracun tersebut.

Pemerintah mengatakan, Kanada menggunakan 15 miliar kantong plastik belanja per tahun, dan 16 juta sedotan setiap hari. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel