Kang Maman Kesal Indonesia Dipaksa Mundur dari All England

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVA – Keputusan kontroversial Federasi Bulutangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) yang memaksa Indonesia mundur dari All England, menuai sorotan dari banyak pihak. Salah satunya datang dari Kang Maman.

Pria bernama lengkap Maman Suherman ini merupakan penulis berkebangsaan Indonesia. Alumni jurusan Ilmu Kriminologi Universitas Indonesia ini pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi di Kelompok Kompas Gramedia.

Beliau juga adalah pemilik dan produser pelaksana dari rumah produksi dan biro iklan Avicom Production sebelum berhenti pada tahun 2011. Namanya kian mencuat ke publik saat menjadi notulen di acara Indonesia Lawak Klub.

Melalui akun Twitternya, @maman1965, pria yang akrab disapa Kang Maman ini mengadukan nasib tim Indonesia yang dipaksa mundur dari All England ke Presiden Jokowi. “Pak Presiden @jokowi "titip" Tim Bulu Tangkis kita di All England ya..."

"Kalau ada yg nanya, kok sedikit-sedikit ke Pak Jokowi, jawabnya, karena sy nggak mau banyak-banyak, jadi sedikit-sedikit aja," lanjutnya.

Sebelumnya, Kang Maman juga mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan BWF ini di Twitter. "Mengapa ada perlakuan TIDAK ADIL di All England sehingga seluruh pemain kita WO? Atau diminta mundur? Ada yg bs beri penjelasan?"

Sebelumnya, media sosial di Indonesia memang memanas di sepanjang Kamis 18 Maret 2021. Ini seiring keputusan kontroversial BWF yang memaksa seluruh pemain Indonesia mundur dari ajang BWF World Tour Super 1000 All England Open 2021.

Penyebabnya, rombongan pemain Indonesia dikabarkan berada dalam satu pesawat dengan satu penumpang yang dinyatakan positif COVID-19 saat datang ke Inggris. Padahal, sebelum penerbangan, para pemain Indonesia sudah dinyatakan negatif COVID-19 dan juga dites ulang saat berada di hotel.

Namun, sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif COVID-19, maka diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari.

Alhasil, tim Indonesia dipaksa mundur dan diwajibkan untuk melakukan isolasi sampai tanggal 23 Maret 2021 mendatang di Crowne Plaza Birmingham City Centre, terhitung 10 hari sejak kedatangan tim ke Birmingham.

PBSI sempat mempertanyakan keputusan ini kepada BWF. Namun, federasi bulutangkis dunia itu mengungkapkan, tidak dapat berbuat apa-apa karena sudah menjadi regulasi pemerintah Inggris. Hal inilah yang memicu kemarahan netizen Indonesia.

Sepanjang Kamis, tercatat ada beberapa hastag dan kata terkait keputusan All England ini yang menjadi trending di media sosial, twitter, dan didominasi oleh netizen Indonesia. Seperti #BWFMustBe Responsible hingga Dipaksa.

Merespon polemik yang terjadi akibat keputusan ini, BWF pun akhirnya minta maaf ke fans bulutangkis Indonesia. BWF mengklaim, pihaknya dan Badminton Inggris telah berupaya keras untuk bisa memperjuangkan Indonesia bisa berlaga.

Namun keputusan ini berdasarkan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah Inggris. "Ini adalah keadaan yang sangat disayangkan dan sesuatu yang tidak diinginkan oleh BWF dan Bulutangkis Inggris untuk tim Indonesia," ujar BWF dari situs resminya.

"Kami dapat mengonfirmasi upaya keras yang dilakukan oleh Badminton Inggris untuk mendapatkan pengecualian bagi para pemain dan anggota tim Indonesia, dan untuk mencari opsi alternatif untuk menjamin partisipasi mereka," lanjutnya.

"Namun, undang-undang Pemerintah Inggris ada untuk, pertama dan terutama, melindungi publik Inggris dari COVID-19 dan keputusan mereka bersifat final dan tidak dapat dinegosiasikan," tambahnya.