Kangen, Syarifah Ima Ingin Peluk Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Syarifah Ima Syahab kembali membuat geger dalam sidang pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriyansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Saat itu, Syarifah yang menggunakan pakaian serba hitam lebih dulu menunggu kedatangan Ferdy Sambo masuk ke dalam ruang sidang.

Ketika eks Kadiv Propam Polri ini hendak masuk ke dalam ruang sidang, tiba-tiba Syarifah mencoba untuk mendekati dan memeluk Ferdy Sambo.

Namun, aksinya gagal. Penjagaan mampu menghalau aksi Syarifah Ima untuk memeluk suami dari Putri Candrawathi saat memasuki ruang sidang.

"(Pas Pak Sambo dateng) pengen peluk aja sih, aku habis mudik kangen," kata Syarifah di PN Jaksel, Selasa (17/1).

Selain ingin memeluk Ferdy Sambo, dia mengaku, ingin menyalami pecatan Korps Bhayangkara tersebut.

"Iya mau meluk, didorong sama orang tadi. Aku cuman mau salam sama Pak Sambo," ujarnya.

"(Pengen ngomong) Semangat Pak Sambo, semangat. Aku sayang banget sama Pak Sambo, aku sayang sama Pak Sambo, semangat ya Pak Sambo," pungkasnya.

Ferdy Sambo Dituntut Seumur Hidup

Terdakwa Ferdy Sambo dituntut hukuman pidana penjara seumur hidup terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Tuntutan terhadap mantan Kadiv Propam Polri itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/1).

Tuntutan penjara itu berdasarkan dakwaan premier Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tuntutan dijatuhkan lantaran JPU berkeyakinan Ferdy Sambo telah menyusun rencana pembunuhan Brigadir J dengan rapih. Hal itu berdasarkan keterangan sejumlah saksi selama persidangan.

Adapun dalam perkara ini, Ferdy Sambo didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J secara bersama-sama dengan Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal atau Bripka RR, Putri Candrawathi dan Kuat Maruf.

Mereka didakwa turut terlibat dalam perkara pembunuhan berencana bersama-sama merencanakan penembakan terhadap Brigadir J pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga Nomor 46, Jakarta Selatan. [fik]