Kans Bertahan di Liga 1 Besar, PSIS Punya Misi Khusus dalam 3 Laga Terakhir

Bola.com, Magelang - Kompetisi Shopee Liga 1 2019 tinggal menyisakan tiga pertandingan lagi bagi PSIS Semarang. Persaingan sengit terjadi di papan bawah, termasuk diikuti PSIS, berlomba-lomba meloloskan diri dari degradasi.

PSIS Semarang dengan gagah segera memastikan diri bertahan di Liga 1 musim depan. Tak lepas dari kemenangan telak 5-1 atas Arema FC di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (8/12/2019).

PSIS hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menyegel status bertahan di Liga 1, dan itu bisa diraih pada laga ke-32 ketika menjamu Semen Padang, Jumat (13/12/2019). Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, mengakui timnya kini bisa bernafas lega setelah ancaman degradasi mulai berakhir.

"Seumpama kami sudah aman, yang utama adalah harus bisa menang hingga selesainya kompetisi. Selanjutnya berusaha memperbaiki peringkat. Kalau perlu terus naik ke posisi tertinggi kami di klasemen akhir nanti," ungkap Bambang Nurdiansyah, Senin (9/12/2019).

"Jika sapu bersih tiga laga ke depan, saya yakin tim bisa ke urutan tujuh atau delapan," lanjut pelatih PSIS Semarang itu.

 

Krusial di Laga Kontra Semen Padang

Selebrasi gol pemain PSIS Semarang, Claudir Marini Jr ke gawang PSS Sleman, yang disambut oleh rekan-rekannya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (2/11/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Pelatih yang akrab disapa Banur ini menambahkan, duel melawan Semen Padang cukup krusial. Secara matematis memang masih dapat dikejar oleh Semen Padang maupun Badak Lampung FC, dengan catatan mampu menyapu bersih tiga laga dan berharap PSIS Semarang kalah di tiga pertandingan terakhir.

Tampaknya hal tersebut cukup mustahil karena PSIS punya keuntungan yang sangat besar, yakni bermain di hadapan publiknya sendiri untuk tiga pertandingan terakhir. Diakui Banur, Stadion Moch Soebroto, juga sudah sangat bersahabat dengan timnya.

"Untuk itu kami terima kasih kepada suporter yang tidak pernah berhenti mendukung tim ini. Hal yang bisa membungkam kritikan dari suporter, ya dengan pembuktian penampilan dan prestasi tim," jelas Banur.