Kans Risma Tantang Anies di Pilgub DKI 2022, Begini Jawaban PDIP

Hardani Triyoga
·Bacaan 1 menit

VIVA – Draf revisi Undang-Undang Pemilu memunculkan pilkada serentak gelombang lima akan tetap digelar 2022 yang salah satunya diikuti Jakarta. Jika Pemilihan Gubernur DKI digelar tahun depan maka Anies Baswedan mencuat yang kemungkinan sebagai cagub petahana.

Terkait itu, Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI, Gembong Warsono menyampaikan pihaknya siap menghadapi bila Pilgub DKI digelar 2022 atau 2024. Menurut dia, PDIP pasti akan mengusung kader terbaik untuk maju di Pilgub DKI.

"Strateginya sudah barang tentu kami menyiapkan kader terbaiknya untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," kata Gembong saat dikonfirmasi VIVA, Kamis, 28 Januari 2021.

Dia melanjutkan PDIP pasti membangun mesin politik sebagai pondasi pemenangan. Mesin politik ini dengan mengoptimalkan kerja-kerja partai di tengah masyarakat, baik yang dilakukan anggota legislatif, maupun struktur partai.

Terkait potensial nama Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma yang diusung PDIP ke Pilgub DKI, ia menjawab diplomatis. Ia menekankan PDIP punya banyak nama kader untuk diusung melawan calon lain termasuk kemungkinan petahana Anies Baswedan. "PDI Perjuangan banyak nama mas," tutur Gembong.

Seperti diketahui, DPR saat ini sedang menggodok revisi UU Pemilu. Dalam draf revisi tersebut, membahas pilkada serentak gelombang lima digelar 2022. Pun, pilkada serentak selanjutnya digelar 2023.

Untuk Pilkada 2022 dalam draf UU Pemilu akan diikuti 101 daerah termasuk Jakarta. Sejumlah 101 daerah tersebut yakni 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota sebelumnya menggelar pilkada pada 2017. Hal ini mengacu pasal 731 ayat 2 dalam draf UU Pemilu.

Selain Jakarta, provinsi yang akan menggelar Pilkada 2022 dalam draf UU ada Aceh, Banten, Bangka Belitung, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat. Namun, draf belum memuat waktu tahapan Pilkada 2022 termasuk hari pemungutan suara.

Baca Juga: Risma Temui Gelandangan di Thamrin, Ridwan Saidi: Nggak Masuk Akal