Kanselir Jerman Angela Merkel Sempat Kunjungi Musuh Putin, Alexei Navalny di RS Berlin

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta- Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny mengkonfirmasi pada Senin 28 September 2020 bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel, mengunjunginya saat ia menjalani perawatan karena keracunan di rumah sakit Berlin.

Sebelumnya, kunjungan tersebut pertama kali dilaporkan oleh majalah Jerman, Der Spiegel. Navalny kemudian mengkonfirmasi kunjungan tersebut dalam sebuah postingan artikel yang ia bagikan via Twitter, seperti dikutip dari Deutsche Welle, Senin (28/9/2020).

Namun, Navalny membantah laporan majalah Jerman tersebut yang menyebutkan bahwa kunjungan itu dilakukan secara "rahasia".

"Ada pertemuan, tapi Anda tidak seharusnya menyebut itu 'rahasia'," tulis Navalny dalam laman Twitter-nya.

"Sebaliknya, ini adalah pertemuan pribadi dan percakapan dengan keluarga. Saya sangat berterima kasih kepada Kanselir Merkel karena mengunjungi saya di rumah sakit," terangnya.

Telah Pulang dari RS, dan Berniat Kembali ke Rusia

Dalam file foto pada Minggu, 24 Februari 2019 ini, pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny ikut serta dalam pawai untuk mengenang pemimpin oposisi Boris Nemtsov di Moskow, Rusia.(Photo credit: AP Photo/Pavel Golovkin, File)
Dalam file foto pada Minggu, 24 Februari 2019 ini, pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny ikut serta dalam pawai untuk mengenang pemimpin oposisi Boris Nemtsov di Moskow, Rusia.(Photo credit: AP Photo/Pavel Golovkin, File)

Pekan lalu, Navalny telah dipulangkan dari rumah sakit Charite di Berlin Jerman usai menjalani perawatan selama sebulan karena keracunan.

Lembaga Jerman yang mengatur proses keberangkatannya dari Siberia ke Berlin untuk dirawat mengatakan bahwa Navalny masih berniat untuk kembali ke Rusia.

Laboratorium di Jerman, Prancis dan Swedia telah megnkonfirmasi bahwa pemimpin opisisi Rusia tersebut telah diracun dengan agen saraf Novichok.

Kendati demikian, pemerintah Jerman meminta penjelasan dari Kremlin terkait kasus keracunan tersebut.

Tetapi Moskow membantah terlibat dalam kasus tersebut dan menuduh Berlin menghalangi penyelidikan.

Saksikan Video Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel