Kanselir Jerman Angela Merkel Siap Divaksinasi COVID-19 Pakai AstraZeneca

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Berlin - Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada Jumat (19/3) bahwa ia siap untuk divaksinasi COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca jika ditawarkan,

"Ya, saya (berminat) untuk mengambil suntikan vaksin AstraZeneca," kata Merkel pada konferensi pers, seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (20/3/2021).

Merkel menambahkan, "Saya akan menunggu sampai giliran saya tetapi saya pasti akan divaksin".

Dukungan tegas Merkel terhadap vaksin COVID-19 AstraZeneca datang setelah penggunaan vaksin tersebut ditangguhkan selama beberapa hari pekan ini oleh negara-negara besar Eropa, termasuk Jerman, karena kekhawatiran dalam kasus pembekuan darah.

Regulator obat-obatan Eropa, EMA pada 18 Maret telah mengizinkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah meninjau kasus pembekuan darah, mengatakan vaksin itu "aman dan efektif".

Tetapi pertanyaan seputar vaksin yang dikembangkan bersama oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford itu kembali muncul, ketika Prancis pada 19 Maret merekomendasikan vaksin itu harus diberikan hanya kepada orang-orang yang berusia 55 tahun ke atas karena risiko pembekuan darah.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Jerman Lanjutkan Vaksinasi COVID-19 Pakai AstraZeneca

Gambar ilustrasi menunjukkan botol berstiker
Gambar ilustrasi menunjukkan botol berstiker

Jerman pada Jumat (19/3) melanjutkan vaksinasi COVID-19 dengan AstraZeneca dan politisi bersusah payah untuk memastikan keamanan vaksin kepada warga.

Perdana Menteri negara bagian Baden-Wuerttemberg, Winfried Kretschmann pun menayangkan proses vaksinasi dengan AstraZeneca secara langsung di televisi.

“Percayalah, dan daftarlah vaksinasi," ujarnya, yang mengajak masyarakat Jerman.

Vaksin AstraZeneca telah menghadapi serangkaian kemunduran dalam penggunaan sejak disetujui oleh Uni Eropa.

Selain penundaan dalam pengiriman, Jerman pada minggu-minggu awal penggunaan vaksin AstraZeneca juga membatasi orang-orang yang berusia di bawah 65 tahun karena data kemanjuran yang tidak mencukupi untuk orang tua.

Para kritikus mengeluh bahwa keputusan untuk menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca selama beberapa hari terakhir ini hanya meningkatkan ketidakpercayaan atas vaksinasi dan selanjutnya menunda program inokulasi Jerman yang sudah dianggap lamban.

Infografis Perbandingan Vaksin COVID-19 Sinovac dengan AstraZeneca

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Berikut Ini: