Kanselir Jerman Sampaikan Belasungkawa Rangkaian Bencana di Indonesia

Hardani Triyoga, Miranti Hirschmann (Jerman)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kanselir Jerman, Angela Merkel menyoroti bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air. Ia turut belasungkawa karena rangkaian bencana terjadi di tengah pandemi COVID-19.

Merkel menyampaikan demikian saat pidato pembukaan Hannover Messe pada Senin, 12 April waktu setempat. Pernyataan Merkel disampaikan usai pidato Presiden Jokowi yang disiarkan secara live streaming.

Bagi Merkel, Indonesia adalah salah satu negara partner bagi Jerman. Dia bilang karena pandemi ini juga tak bisa menyambut secara langsung para pemimpin atau perwakilan setiap negara di Hannover Messe. Merkel mengakui kondisi pandemi ini merupakan situasi sulit bagi semua pihak.

Menurut dia, Indonesia adalah negara mitra yang kuat bagi Jerman. Kemitraan dengan Indonesia dalam penyelenggaraan pameran internasional, tidak hanya terbatas pada Hannover Messe, tetapi juga sebagai tamu kehormatan saat pameran internasional pariwisata Berlin (ITB) pada 2013.

Dengan status tamu kehormatan menunjukkan Indonesia bukan hanya sebagai negara tujuan pariwisata. Namun, juga negara yang menarik untuk pengembangan industri dan jumlah generasi muda yang besar.

Merkel menyebut meski kondisi sangat berbeda, tapi ada beberapa kesamaan antara Jerman dengan Indonesia. Pun, ia mengingatkan pada 2022 nanti Indonesia-Jerman akan merayakan 70 tahun kemitraan diplomatik.

Dia menjelaskan kerjasama yang akan terus dilakukan adalah bidang perlindungan iklim dan pendidikan vokasi. Kata dia, di masa datang, Jerman ingin kerjasama yang lebih dekat dalam bidang transformasi ekonomi digital.

Kemudian, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT G-20 pada 2022. Lalu, Jerman jadi tuan rumah negara KTT G-7. Hal ini akan menciptakan peluang kerja sama yang lebih strategis bagi kedua negara.

Menurut Merkel, industri Jerman saat ini masih kuat. Namun, pandemi COVID-19 membuat banyak hal menjadi sangat berat karena aturan kesehatan yang ketat.

Merkel optimis, pemulihan ekonomi bergantung pada strategi penanggulangan pandemi. Saat ini, Jerman tengah menghadapi pandemi gelombang ketiga yang sangat serius. Angka kasus baru COVID-19 saat ini masih sangat tinggi dan unit-unit ICU di rumah rumah sakit kembali penuh.

Jerman percaya bahwa senjata penanggulangan COVID-19 adalah vaksin dan tes. Penanggulangan pendemi ini membutuhkan kerjasama internasional yang kuat.