Kantong Potongan Tubuh Korban Sriwijaya Air Tiba di RS Polri

Dusep Malik, Kenny Putra
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga kantong jenazah yang di duga milik korban pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 tiba di ruang forensik RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Minggu 10 Januari 2020 siang.

Dari pantauan VIVA di sekitar ruang forensik, terlihat tiga ambulance yang membawa kantong jenazah tiba dikawal oleh patwal dari posko evakuasi yang berada di JITC, Tanjung Priuk, Jakarta Timur.

Sesaat tiba di depan ruang forensik RS Polri, tiga kantong jenazah tersebut langsung dibawa masuk ke dalam ruangan. Belum bisa dipastikan isi dari kantong jenazah tersebut. Hingga kini total ada lima kantong jenazah yang sudah dibawa ke ruang forensik RS Polri.

Sementara itu, hingga saat ini sudah sebanyak 12 keluarga korban dari manifes penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang memberikan sampel data di Posko antemortem.

Sebelumnya, diberitakan Basarnas kembali menerima sejumlah serpihan pesawat dan body part yang diduga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Seluruh temuan ini dikumpulkan di Posko Terpadu pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Direktur Operasi Basarnas, Brigadir Jenderal Rasman mengatakan sampai dengan Minggu siang, 10 Januari 2021, sudah sebanyak 8 kantong yang didapat dari tim yang melakukan penyisiran di Last Know Position atau LKP. Tiga kantong berisi serpihan pesawat dan lima kantong berisi potongan bagian tubuh manusia yang ditemukan.

"Hari ini siang ini kita kembali menerima barang bukti dari anggota tim yang telah bekerja untuk mendapatkan pencarian dan pertolongan terhadap pesawat Sriwijaya Dan pada kesempatan ini dari LKP telah menyerahkan kepada kami selaku SMC berupa tiga kantong serpihan pesawat, kemudian lima kantong adalah potongan manusia," kata Rasman, di JICT 2 Tanjung Priok Jakarta Utara, Minggu siang.

Seluruh temuan dan barang bukti yang didapat dari proses pencarian akan dikumpulkan dan kemudian diserahkan ke tim Disaster Victim Identification atau DVI. Terhadap temuan tersebut kemudian dianalisa dan diperiksa untuk berbagai keperluan.

"Selanjutnya dari barang bukti ini saya akan menyerahkan kepada DVI dan KNKT untuk dilakukan penyelidikan atau pemeriksaan," ujarnya.