Kantor Berita Islam Pertama di Indonesia Diluncurkan

Jakarta (ANTARA) - Kantor Berita Islam pertama dan satu-satunya di Indonesia bernama Mi`raj News Agency (MINA) diluncurkan, yang diyakini turut memperkaya khasanah media global yang bersifat Islami serta meningkatkan dukungan internasional bagi kemerdekaan Palestina.

"MINA menjadi `juru bicara` kaum muslimin dalam menyampaikan amar ma`ruf dan nahi mungkar, terutama dengan mendukung pembebasan Masjid Al Aqsa dan kemerdekaan Palestina," kata Pemimpin Umum MINA Muhyiddin Hamidy saat peluncuran kantor berita tersebut di Jakarta, Selasa.

Muhyiddin mengatakan bahwa kehadiran MINA adalah tindak lanjut yang nyata dari hasil-hasil konferensi internasional Pembebasan Masjid Al Aqsa dan Kemerdekaan Palestina di Bandung pada Juli 2012.

"MINA merupakan media alternatif guna mengimbangi penguasaan opini global oleh Zionis Israel," kata Muhyiddin, yang juga Pembina Jaringan Pesantren Al-Fatah seluruh Indonesia tersebut.

Dia mengatakan bahwa dalam menyebarkan informasi, MINA jelas membawa cahaya kebenaran, keadilan, keamanan, kedamaian dan kejujuran serta amanah sesuai dengan ajaran Islam.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Ali, yang meresmikan MINA berharap agar kantor berita Islam tersebut dapat memberikan kemaslahatan bagi umat Islam di dunia.


"Kami harapkan MINA bisa menjadi acuan, berita yang benar dan jujur yang apa adanya. Dan harus memiliki wartawan yang lengkap, berwawasan dalam konteks perdagangan, ekonomi, apa saja, tidak hanya agama.

Selain itu, Marzuki berharap MINA dapat berperan dalam mendukung Palestina sebagai negara merdeka dan sebagai anggota tetap Perserikatan Bangsa Bangsa.

MINA didirikan atas kerja sama Jaringan Pesantren Al-Fatah seluruh Indonesia dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan Aqsa Working Group (AWG) serta radio Silaturahmi.

Peluncuran, yang diselenggarakan di Aula Masjid Al-Azhar, Jakarta tersebut, dihadiri juga oleh beberapa perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat seperti Tunisia, Uni Emirat Arab, Iran dan Kuwait.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.