Kantor Kesehatan Haji Mekkah jemput bola layani jamaah risiko tinggi

Kantor Kesehatan Haji Indonesia Daerah Kerja (KKHI Daker) Mekkah melakukan "jemput bola" memberikan pelayanan kesehatan bagi jamaah calon haji Indonesia yang berisiko tinggi (risti) .

"Ini merupakan upaya kita untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialis bagi jamaah haji. Jadi kita menjemput jamaah haji yang risti ke sini untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala Seksi Kesehatan Daker Mekkah M Imran Saleh di Mekkah, Arab Saudi, Jumat.

Ia mengatakan sebelumnya jamaah yang berisiko tinggi disaring oleh dokter di kloter masing-masing dan tim reaksi cepat, Emergency Medical Team (EMT) dan mereka yang dianggap sangat berisiko tinggi dibawa ke KKHI untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, pemeriksaan penunjang, pemeriksaan laboratorium dan obat-obat spesialistik.

Menurut dia hal ini adalah pertama kali KKHI Mekkah menjemput bola memberikan layanan pemeriksaan konsultasi spesialis bagi jamaah risti.

Pada kegiatan yang pertama kali ini dilakukan pemeriksaan bagi 25 jemaah dari Sektor 4 Jarwal yaitu masing-masing lima orang dari tiap kloter di Embarkasi Solo (SOC) dan Embarkasi Padang (PDG).

Pentingnya pemeriksaan konsultasi spesialis, kata dia, dilakukan karena jamaah risti sudah memiliki penyakit bawaan dari Tanah Air, sebagian besar menderita hipertensi, diabetes dan penyakit jantung.

"Penyakit komorbid ini yang berisiko menyebabkan mereka tidak bisa menyelesaikan ibadahnya dengan sempurna karena ada keterbatasan," katanya

Agar tetap sehat dan mereka bisa menyelesaikan ibadahnya dengan sempurna maka KKHI Daker Mekkah memberi layanan terbaik untuk jamaah agar mereka bisa melakukan rukun haji dengan baik.

Menurut dia kegiatan tersebut akan dilakukan berkala untuk memastikan semua jamaah risti mendapatkan konsultasi spesialis.

Sebelumnya Imran mengatakan, sebanyak 15.300 jamaah haji Indonesia 2022 terdata memiliki penyakit penyerta atau komorbid hipertensi,

"Sebanyak 15.300 jamaah kita hipertensi, paling tinggi dari jumlah komorbid lainnya," katanya.

Selanjutnya,kata penyakit M Imran Saleh , komorbid terbanyak kedua adalah jantung yaitu 1.700 orang jamaah, diabetes 5.600 jamaah, asma 430 orang dan gagal ginjal 148 jamaah.

Musarofah (63) salah seorang calon haji kloter 6 embarkasi Solo (SOC) asal Demak, Jawa Tengah mengaku senang mendapatkan pelayanan kesehatan di KKHI.

"Layanannya memuaskan, diladeni. Saya merasa tenang, cepat dilayani," kata Musarofah yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) diabetes.

Ketika datang ke klinik KKHI ia menjalani pemeriksaan gula, darah dan kolesterol serta mendapatkan obat-obatan.

Begitu juga dengan Andrayati dari embarkasi Padang (PDG) asal Kabupaten Limapuluh Kota mengaku mendapatkan pelayanan yang baik mulai dari pemeriksaan hingga obat.

Baca juga: KKHI Daker Mekkah rawat lima pasien

Baca juga: 145 petugas kesehatan siap layani jamaah calon haji di Mekkah

Baca juga: KKHI Madinah rawat empat jamaah haji yang sakit

Baca juga: Ahli: minimental tes bisa petakan tingkat demensia jamaah haji

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel