Kantor Perhutani di Jember Dibakar Massa

TEMPO.CO, Jember - Kantor Resor Pemangkuan Hutan PT Perhutani di Dusun Mandigu, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Jember dibakar massa, pada Rabu malam 5 Juni 2013. Sekitar 1.000 orang warga mendatangi tempat itu dan melakukan pembakaran.

Hingga sore tadi, petugas Kepolisian Resor Jember masih menjaga kantor tersebut. Polisi juga memasang garis polisi mengelilingi sekitar kantor RPH Perhutani yang terbakar itu.

Wakil Kepala Polres Jember, Komisaris Polisi Cecep, yang datang ke lokasi bersama sejumlah anggota mengaku tak bisa membendung amuk massa. Ia meminta masyarakat untuk tenang dan menjaga stabilitas keamanan.

Polisi berjanji akan meminta kepada Perhutani Jember untuk menyelesaikan masalahnya dengan arga sekitar hutan. "Sementara kami minta tidak ada pihak manapun yang melakukan kegiatan yang bisa memprovokasi warga," katanya, Kamis 6 Juni 2013.

Pantauan Tempo, ada tiga bangunan di tempat tersebut. Dua bangunan semi permanen dari kayu dan sebuah bangunan permanen. Ketiga bangunan itu terbakar habis. Bangunan semi permanen itu adalah rumah penjaga dan tukang kebun RPH Mandigu. Sementara bangunan permanen merupakan kantor dan rumah dinas kepala RPH Mandigu. Kondisi rumah itu porak poranda karena dirusak warga. Kaca jendela dan pintu pecah dan atap atau genteng hancur.

Sejumlah dokumen dan barang berharga seperti perhiasan dan uang ludes terbakar di dua bangunan itu. Sedangkan bangunan di bagian belakang yang sehari-hari dijadikan gudang dan dapur masih berdiri meskipun terlihat bekas lalapan si jago merah.

Menurut Syamsul, seorang warga, sejumlah perhiasan yang hilang seperti cincin, dan uang tunai Rp 1,85 juta. Perhiasan dan uang tunai itu milik Pak Mistar, tukang kebun kantor yang rumahnya ikut habis terbakar.

Agus Sutrisno, koordinator warga Mandigu mengatakan, amuk masa itu berawal sejak  Senin, 3 Juni 2013 lalu. Saat itu diadakan pertemuan koordinasi antara perwakilan warga masyarakat Dusun Mandigu dengan pihak Perhutani Jember.

Dalam pertemuan,kata dia, disepakati bahwa segala permasalahan warga telah disampaikan kepada Kementerian Kehutanan dan tinggal menunggu keputusan dari Jakarta. Aksi anarkhis ini dipicu masalah sengketa batas tanah warga dan Perhutani seluas 191,5 hektare di desa tersebut.

MAHBUB DJUNAIDY

Berita lainnya:

Ruhut Tantang PKS Keluar dari Koalisi

Usai Kunjungan Priyo, Kalapas Sukamiskin Ditegur

Dahlan Iskan Anggap Jokowi Capres Potensial

Golkar Bantah Ada Elit Tekan Priyo Budi Santoso

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.