Kantor Polisi Ini Berubah Jadi Bengkel Dadakan

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Belakangan ini polisi gencar melakukan razia terhadap sepeda motor, yang menggunakan knalpot dengan suara bising.

Meski terlihat seperti komponen bawaan pabrik, namun peranti tersebut ternyata sudah dimodifikasi dengan cara membuang bagian peredamnya.

Ada juga yang mengganti knalpot standar dengan produk aftermarket, yang diklaim bisa memberikan performa yang lebih tinggi.

Kehadiran motor dengan knalpot yang mengeluarkan suara sangat kencang itu selain menghasilkan polusi suara, juga mengganggu pengguna jalan lain.

Aksi razia ini dilakukan tidak hanya di Jakarta saja, namun juga di berbagai daerah, termasuk di Sukoharjo. Baru-baru ini, belasan kuda besi diamankan karena memakai komponen tersebut.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Instagram @infocegatansukoharjo, Rabu 17 Maret 2021, 18 unit motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar diamankan di halaman Polsek Kartasura, Polres Sukoharjo.

Masing-masing pemilik motor diizinkan untuk mengambil kembali kendaraan mereka. Namun, ada satu syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Knalpot bising yang terpasang harus dicopot, dan diganti dengan bawaan pabrik yang suaranya jauh lebih halus. Hal itu sifatnya wajib, meski mereka datang dengan membawa surat-surat lengkap.

“Terjaring Razia, Pemilik Motor Brong Terpaksa Pasang Knalpot Standar,” tulis pemilik akun.

Alhasil, lapangan parkir Polsek tersebut berubah menjadi bengkel dadakan, di mana terlihat para pemilik motor mencopot knalpot yang menempel.

Belasan motor tersebut sebelumnya terjaring razia yang digelar di wilayah Kartasura. Pengendara diminta untuk turun, dan mendorong kendaraan mereka sejauh beberapa kilometer menuju Kapolsek.