Kantor Presiden Sri Lanka Dibuka Kembali Setelah Dikuasai Demonstran

Merdeka.com - Merdeka.com - Kantor presiden Sri Lanka yang sempat dikuasai demonstran dibuka kembali pada Senin (25/7) hari ini, setelah para demonstran anti pemerintah dibubarkan militer dengan kekerasan yang menuai kecaman internasional.

Gedung era kolonial itu dikuasai para demonstran awal bulan ini yang dipicu kemarahan akibat krisis ekonomi berkepanjangan. Massa juga menerobos dan menguasai istana presiden yang berada di dekat kantor presiden.

Pasukan bersenjata menggunakan tongkat dan senapan otomatis menggerebek gedung sekretariat presiden pada Jumat dinihari atas perintah presiden baru Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe.

Sedikitnya 48 orang terluka dan sembilan lainnya ditangkap dalam operasi tersebut. Pasukan keamanan juga merusak tenda yang didirikan para demonstran di luar gedung tersebut sejak awal tahun ini.

"Kantor ini siap dibuka kembali pada Senin," kata seorang anggota polisi kepada AFP pada Minggu.

Dia menambahkan, ahli forensik mendatangi gedung tersebut untuk mengumpulkan bukti properti yang dirusak para demonstran.

"Pengepungan sekretariat, yang berlangung sejak 9 Mei, sekarang telah berakhir," lanjutnya.

Juru bicara kepolisian, Nihal Talduwa mengatakan para pengunjuk rasa bebas melanjutkan aksi mereka di lokasi yang disiapkan di dekat kantor presiden.

"Mereka bisa tetap berada di lokasi unjuk rasa resmi. Pemerintah bahkan bakal membuka beberapa tempat lagi untuk para demonstran di kota ini," jelasnya, dikutip dari laman Al Arabiya, Senin (25/7).

Operasi militer pembersihan kantor presiden dan sekitarnya dimulai kurang dari 24 jam setelah Wickremesinghe dilantik menjadi presiden dan sebelum kabinet baru diumumkan.

Wickremesinghe dipilih anggota parlemen pada Rabu untuk menggantikan pendahulunya, Gotabaya Rajapaksa yang melarikan diri ke Maladewa dan Singapura setelah para demonstran menerobos istana presiden dua pekan lalu. Gotabaya lalu resmi mengundurkan diri. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel