Kanwilkumham DKI evaluasi pemberian makan warga binaan

Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwilkumham) DKI Jakarta melakukan evaluasi terkait pemberian makanan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kepala Kanwilkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun, mengatakan evaluasi itu dilakukan untuk memastikan proses distribusi tidak mengalami kendala.

"Terutama dalam pendistribusian agar masing-masing warga binaan dipastikan menerima sesuai dengan daftar menu sepuluh hari yang sudah terjadwal sesuai ketentuan," kata Ibnu Chuldun di Jakarta, Rabu.

Ibnu menambahkan menu makanan bagi WBP di Rutan dan Lapas naungan Kanwilkumham DKI Jakarta sudah dinyatakan memenuhi aspek gizi oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Hal itu sekaligus menepis tudingan terkait video viral makanan narapidana tanpa lauk di Lapas Kelas IIA Salemba.

"Itu hoaks. Apa yang disampaikan di medsos tidak sesuai dengan yang kami sidak. Hasil sidak sesuai dengan menu 10 hari itu," ujar Ibnu.

Dia menjelaskan menu 10 hari yang dimaksud sesuai aturan pemberian makanan kepada tahanan yang diatur Kemenkumham mencakup makanan pokok, lauk pauk hewan dan nabati, sayuran, dan buah.

Selain itu, berdasarkan hasil sidak jajaran Kanwilkumham DKI Jakarta, seluruh bahan pangan yang disupalai ke Lapas Kelas IIA Salemba sudah melewati pemeriksaan kualitas dan kuantitas.

Sebelumnya viral di media sosial video yang dinarasikan narapidana Lapas Kelas IIA Salemba mendapatkan makanan nasi cadong atau jatah makan yang tidak layak konsumsi.

Dalam video yang beredar itu tampak wadah makan untuk WBP hanya terisi lauk pauk di bagian atas saja, sementara wadah pada bagian bawah terisi nasi tanpa adanya lauk dan sayur.

Namun pihak Lapas Kelas IIA Salemba kemudian menjelaskan bahwa alasan wadah makan pada bagian bawah tidak terdapat lauk karena bila ditumpuk akan tumpah, sehingga dipisah pada wadah lain.
Baca juga: Kanwilkumham DKI Jakarta bantah ada bisnis di Lapas Cipinang
Baca juga: Kanim Jaksel dukung inovasi “Si Ki-Be Peduli Lindungi” Kanwilkumham DKI Jakarta
Baca juga: Kanwilkumham DKI Jakarta optimalkan program intelijen lapas