Kapal Angkut Semen Curah Tenggelam di Selat Makassar, 4 Selamat & 11 Orang Dicari

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah kapal pengangkut semen curah, KM Teman Niaga, tenggelam di Selat Makassar pada Senin (23/8) malam. Dalam kejadian ini, empat orang ditemukan selamat dan 11 orang lainnya belum ditemukan.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Sulsel, M Rizal mengaku pihaknya mendapatkan informasi dari Basarnas Kalimantan Selatan (Kalsel) tentang ditemukannya empat orang awak KM Teman Niaga yang tenggelam di Selamat Makassar. Ia menjelaskan, KM Teman Niaga merupakan kapal pengangkut semen curah yang berangkat dari Kabupaten Kotabaru, Kalsel ke Pelabuhan Biringkasi, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

"Berdasarkan POB (person on Board), KM Teman Niaga ada 15 orang. Empat ditemukan selamat, sementara 11 lainnya masih belum ditemukan," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (27/8).

Rizal mengungkapkan identitas empat korban selamat yakni Muhdi Mufazzan (24), Amir Efendi (22), Husniwati (20) sebagai juru mudi, dan Roihan Hariri (19) sebagai Kelasi. Empat orang tersebut ditemukan terombang-ambing pada sebuah sekoci yang terbalik.

"Mereka ditemukan oleh Dharma Fery 3 pada hari Kamis (25/8), pukul 16.00 Wita saat pelayaran dari Parepare menuju Batulicin. Mereka ditemukan pada Koordinat 04° 07‘ 44" S 117° 13’ 117" E," kata dia.

Rizal mengungkapkan KM Teman Niaga tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi pada 22 Agustus 2022. Berdasarkan informasi dari Muhdi, KM Teman Niaga berangkat dari Pelabuhan Tarjun, Kotabaru, Kalsel pada Senin (22/8) malam.

"KM Teman Niaga tenggelam diakibatkan cuaca buruk dengan jarak 96 NM Heading 123° menuju Biringkasi dengan kecepatan Kurang lebih 6 Knot.

Rizal mengaku keempat anak buah kapal (ABK) tersebut kini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Marina Permata Batulicin untuk mendapatkan perawatan. Sementara untuk pencarian 11 orang lainnya, Basarnas mengerahkan KN Laksmana.

"Identitas sebelas orang yang dicari Wagirin ( Nahkoda), Victor Agustinus (Mualim I), Sunarto (Mualim II), Eddy Hayani S (KKM), Poniman (Masinis II), Alfian Septiyanto (Masinis III), Kenedi (Juru Minyak), Indarrobit Afnani (Juru Minyak), Reynaldo Mangerongkonda (Juru Minyak), Muhammad Fatir Maulana (Kelasi), dan Muhammad Adam Septi," ungcapnya. [lia]