Kapal Hantu Berisi 649 Kg Kokain Terdampar di Samudera Pasifik

Ezra Sihite, BBC Indonesia
·Bacaan 2 menit

Kepolisian di Kepulauan Marshall mengungkap temuan narkoba terbesar mereka dalam sebuah kapal yang ditinggalkan terdampar di sebuah karang kecil.

Diperkirakan kapal itu terbawa arus Samudera Pasifik dari Amerika Latin, dan telah berada di laut selama berbulan-bulan.

Beach on Marshall Islands
Gelombang Samudra Pasifik kerap membawa serpihan - dan narkoba - ke pesisir Kepulauan Marshall.

Sebanyak 649 kilogram kokain yang ditemukan di kapal itu diperkirakan memiliki nilai US$80 juta atau sekitar Rp1,1 triliun.

Narkoba kerap terbawa arus ke pulau terpencil di Samudra Pasifik, tapi temuan kokain pekan lalu tersebut merupakan rekor terbanyak.

Polisi mengatakan narkoba itu dibakar pada Selasa (15/12), selain dari dua paket yang telah dikirim ke Administrasi Penegakan Narkoba AS untuk diuji.

Kapal sepanjang 5,5 meter ditemukan oleh penduduk setempat di karang Ailuk.

Penduduk setempat mencoba memindahkan kapal tetapi tidak dapat melakukannya karena terlalu berat.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, mereka menemukan paket obat-obatan di kompartemen tersembunyi di dalam kapal.

Police incinerate the packets of cocaine in Majuro
Polisi mengatakan narkoba itu dibakar pada Selasa (15/12), selain dari dua paket yang telah dikirim ke Administrasi Penegakan Narkoba AS untuk diuji.

Jaksa Agung Kepulauan Marshall, Richard Hickson, mengatakan kapal itu mungkin telah hanyut selama lebih dari setahun dan kemungkinan besar dari Amerika Tengah atau Selatan.

Arus Samudra Pasifik sering mendorong puing-puing dari sana ke Kepulauan Marshall, dan penemuan narkoba tidak jarang terjadi.

Sering kali, narkoba tersebut dijual oleh penduduk setempat daripada dilaporkan ke pihak berwenang.

Pihak berwenang di Kepulauan Marshall mengatakan ini telah memicu masalah terkait narkoba dan rumah sakit telah melaporkan peningkatan pasien dengan komplikasi yang berkaitan dengan konsumsi kokain.

Hickson memuji penduduk setempat karena memberi tahu pihak berwenang tentang termuan narkoba terbaru itu.

Pada 2014, seorang pria dari El Savador ditemukan dalam sebuah kapal yang tedampar di Atol Ebon.

Dia berkata bahwa dia menghabiskan 13 bulan di laut dan mengklaim bertahan hidup dengan menangkap ikan, burung dan kura-kura dengan tangan kosong.

Setelah upaya penyelematannya, para peneliti di Universitas Hawaii melakukan 16 simulasi komputer tentang pola-pola benda yang hanyut dari pesisir Meksiko dan menemukan bahwa hampir semuanya akan berakhir di Kepulauan Marshall.

Dengan populasi sebanyak 55.000 orang, Kepulauan Marshall terdiri dari dua rantai atol karang dengan lebih dari 1.000 pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah utara garis Ekuator di Pasifik.

Map
Map