Kapal Kargo Karam Sudah Ditangani, Operasional Terminal Teluk Lamong Kembali Normal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya Pasca tenggelamnya Kapal Kargo MV Mentari Crystal yang memuat 137 peti kemas pada hari Minggu (15/11) malam di Dermaga Domestik Terminal Teluk Lamong Surabaya, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong Faruq Hidayat menyatakan bahwa pelayanan operasional bongkar muat di Terminal Teluk Lamong (TTL), Surabaya pada hari Senin (16/11) sudah kembali berjalan normal.

“Ada sejumlah tahap yang telah kami lakukan untuk menormalkan kembali operasional di TTL yaitu sesaat setelah kejadian kami langsung melakukan evakuasi terhadap ABK dan Petikemas kapal MV Mentari Crystal, langkah selanjutnya yang kami lakukan adalah mengatur dan menyesuaikan skema pelayanan penyandaran kapal di TTL untuk memastikan pelayanan tetap normal,” tutur Faruq Hidayat Dirut TTL dalam konferensi pers terkait insiden karamnya kapal MV. Mentari Crystal, Senin (16/11).

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak menambahkan, meskipun kejadian tersebut berjalan cukup cepat namun berkat kerja sama dan kolaborasi yang baik yang dilakukan oleh pihak TTL dengan para pemangku kepentingan terkait, kejadian tersebut bisa segera teratasi dan operasional pelayanan di TTL berjalan baik.

“Berkat kesiapsiagaan dan cepatnya koordinasi yang dilakukan oleh TTL maka pelayanan bisa berjalan normal kembali dan distribusi logistik lancar. Harapannya penanganan evakuasi bisa segera terlaksana dengan baik,” ungkap Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Arif Toha.

Sigap Pasang Oil Boom di Lokasi Kejadian

Pemasangan Oil Boom
Pemasangan Oil Boom

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kesyahbandaran Kelas Utama Tanjung Perak Sudiono, menyampaikan fokus pihaknya adalah memastikan keamanan pelayaran tetap terjaga dan kelancaran arus logistik, terkait penyebab kejadian pihaknya bersama KNKT akan menerjunkan tim untuk mengumpulkan data dan informasi penyebab kejadian tersebut.

“Fokus kita saat ini adalah bagaimana agar pelayaran di Pelabuhan Tanjung Perak tetap lancar dan tidak terganggu, selain itu kami juga memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat insiden tersebut salah satu langkah yang dilakukan adalah memasang Oil Boom di lokasi kejadian, terlebih sebanyak 18 ABK kapal bisa diselamatkan dari kejadian yang tidak diinginkan, semoga kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang," ujarnya.

Respon Cepat dari KSOP dan TTL

Ketua DPC INSA Surabaya Stenvens Handry Lesawengen, pihaknya mengapresiasi respon cepat dan kompak dari KSOP dan TTL untuk mengatasi insiden tersebut serta koordinasi yang telah dilakukan dengan terminal petikemas lainnya di Tanjung Perak.

“Kami mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan TTL pasca kejadian mulai dari mengevakuasi ABK dan petikemas hingga melokalisir lokasi, langkah cepat tersebut membuat kapal lainnya bisa tetap beroperasi," jelas Stenvens.

Sementara itu atas kejadian tersebut perwakilan pemilik kapal MV Mentari Crystal mengatakan, pihaknya akan bertanggung jawab penuh untuk melakukan proses evakuasi kapal miliknya secepatnya hal tersebut bertujuan agar tidak terlalu mengganggu aktivitas operasional pelayanan di TTL.

“Kami akan berupaya secepat mungkin mengevakuasi kapal kami sehingga harapannya tidak mengganggu proses operasional pelayanan yang dilakukan oleh TTL," ungkap Anthony Sunardi S Perwakilan Pemilik Kapal MV Mentari Crystal.

(*)