Kapal Kontainer Raksasa Mogok di Kanal Suez, Blokir Jalur Perdagangan Tersibuk di Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebuah kapal kontainer raksasa dengan panjang empat lapangan sepak bola terjepit di Terusan Suez Mesir. Insiden membuat jalur salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia, terganggu.

Puluhan kapal terjebak, menunggu kapal penyelamat datang untuk mengeluarkan kapal sepanjang 400m (1.312 kaki), yang terlempar akibat angin kencang.

Mesir kemudian membuka kembali saluran lama kanal itu untuk mengalihkan beberapa lalu lintas sampai kapal yang mendarat dapat bergerak lagi. Pemblokiran tersebut mengirim harga minyak naik di pasar internasional.

Tercatat sekitar 12 persen perdagangan global melewati Terusan Suez, yang menghubungkan Mediterania ke Laut Merah dan menyediakan jalur laut terpendek antara Asia dan Eropa.

Kapal kontainer yang terjepit adalah The Ever Given, terdaftar di Panama dan dioperasikan perusahaan pengapalan Evergreen. Kapal ini sedang menuju kota pelabuhan Rotterdam di Belanda dari Cina dan lewat ke utara melalui kanal dalam perjalanan ke Mediterania.

Kapal berbobot 200.000 ton, dibangun pada 2018 dan dioperasikan oleh perusahaan transportasi Taiwan, Evergreen Marine, kandas dan bersandar di seberang jalur air sekitar pukul 07:40 waktu setempat (05:40 GMT) pada hari Selasa.

Dengan panjang 400m dan lebar 59m, kapal tersebut telah memblokir jalur kapal lain yang kini terjebak dalam barisan di kedua arah.

Perusahaan pengelola kapal peti kemas, Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM), membantah laporan sebelumnya bahwa sebagian kapal telah diapungkan kembali.

Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan prioritas saat ini adalah untuk mengembalikan kapal dengan aman dan lalu lintas laut di Terusan Suez kembali berjalan. Para ahli telah memperingatkan prosesnya bisa memakan waktu beberapa hari.

Mempengaruhi Harga Minyak Dunia

Kapal Induk AL-AS USS America melintasi di Terusan Suez (Wikimedia Commons)
Kapal Induk AL-AS USS America melintasi di Terusan Suez (Wikimedia Commons)

Dilaporkan setidaknya ada 30 kapal yang diblokir di utara Ever Given, dan tiga di selatan. Operator Evergreen Marine mencurigai jika kapal terhempas angin kencang yang tiba-tiba, menyebabkan lambung kapal menyimpang ... dan secara tidak sengaja menabrak dasar dan kandas.

Saat ini, semua kru dipastikan aman tanpa ada laporan cedera. Sebanyak 8vkapal tunda sedang bekerja untuk mengapungkan kembali kapal tersebut, dan para penggali di darat telah memindahkan pasir dari tempatnya terjepit ke sisi tepi kanal.

Dr Sal Mercogliano, sejarawan maritim yang berbasis di negara bagian Carolina Utara AS, mengatakan kepada BBC bahwa insiden seperti ini jarang terjadi, dan dapat memiliki "konsekuensi besar bagi perdagangan global".

Terbukti, kekhawatiran bahwa insiden kapal kontainer dapat menghambat pengiriman minyak mentah menyebabkan harga naik 4 persen di pasar internasional pada hari Rabu.

Badan intelijen energi Kpler mengatakan bahwa lebih dari 20 kapal tanker minyak yang membawa minyak mentah dan produk olahan terkena dampak kemacetan tersebut.

Saksikan Video Ini