Kapal Penarik Tongkang Tabrak Perahu, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Konawe Selatan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kendari - Sebuah kapal Tugboat Syukur 23 yang menarik tongkang menuju lokasi pertambangan di Pulau Kabaena Bombana, menabrak perahu nelayan di Selat Tobea Perairan Polewali Konawe Selatan, Rabu (8/8/2021). Kantor SAR Kendari melaporkan, seorang nelayan bernama Tasman Jaya alias La Ula (40) hilang usai perahunya terbalik saat kecelakaan.

Menurut warga, kapal penarik tongkang ini, sedang menarik tongkang Rute Kolonadale Konawe Selatan menuju Pulau Kabaena, Bombana. Diketahui, toongkang yang ditarik TB Syukur 23 masih dalam keadaan kosong.

Menurut saksi mata di lokasi, perahu korban yang dilengkapi mesin tempel, tak sempat menghindari tugboat. Sehingga, kapal penarik tongkang menabrak tepat di bagian tengah perahu korban.

Setelah kejadian, kerabat dan rekan korban yang berada di lokasi, sempat melakukan pencarian sebelum melaporkan pada Tim SAR Kendari. Namun, mereka hanya menemukan perahu korban.

Humas Kantor SAR Kendari Wahyudi menyatakan, tim pencari sudah berada di lokasi pada hari yang sama sekitar pukul 18.35 Wita.

"Begitu mendapat laporan tim dari Kantor SAR berangkat ke lokasi sejak pukul 15.40 Wita. Hingga hari kedua, korban belum ditemukan," ujar Wahyudi, Kamis (9/8/2021).

Kata Wahyudi, pada pencarian hari kedua, tim SAR mulai menyisir sekitar lokasi tabrakan antara kapal penarik tongkang dan perahu. Menurut kerabat korban, mereka sempat meninggalkan tanda berupa pelampung di lokasi kejadian.

Kronologi Kecelakaan

Sebuah kapal penarik tongkang menabrak perahu nelayan di perairan Konawe Selatan, seorang nelayan tenggelam usai perahunya terbalik,(Foto: istimewa)
Sebuah kapal penarik tongkang menabrak perahu nelayan di perairan Konawe Selatan, seorang nelayan tenggelam usai perahunya terbalik,(Foto: istimewa)

Salah seorang kerabat korban, Ramlan menceritakan, kejadian bermula ketika korban memancing bersama rekannya Alif. Diketahui, Alif berada di perahu berbeda yang berjarak tak terlalu jauh.

Menurut Ramlan, korban merupakan warga dari Kelurahan Tampo, Kabupaten Muna. Bersama Alif, ia memancing di lokasi sejak pukul 07.00 Wita. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita atau tiga jam setelah korban memancing.

"Mereka tak sempat menghindar, saat itu tugboat menabrak bagian tengah perahu korban," ujarnya.

Dia menyatakan, lokasi ini merupakan tempat sejumlah nelayan memancing setiap hari. Namun, sejak maraknya pertambangan di wilayah Sultra, sejumlah tongkang berukuran besar yang ditarik tugboat, kerap melalui wilayah ini.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel