Kapal Pengangkut BBM Terbakar, Pertamina Gorontalo Angkat Bicara

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Gorontalo - Pihak Pertamina Gorontalo akhirnya angkat bicara terikait insiden terbakarnya kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) di Teluk Tomini, Kota Gorontalo.

Menurut pihak Pertamina, bahwa kapal tersebut bukan milik mereka, melainkan hanya disewa atau Spot Charter.

"Kapal tersebut bukan milik Pertamina, tetapi hanya kapal sewaan atau Spot Charter yang mengangkut BBM Pertamina," kata Taufik Kurniawan Senior Supervisor Communication and Relation, Pertamina region Sulawesi.

Ia mengaku, jika kapal yang bernama SPOB KM Julvinda tersebut merupakan kapal yang disewa untuk mengangkut BBM dari Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, menuju pangkalan terminal BBM Gorontalo.

"Atas insiden itu, kami memastikan penyaluran BBM di Gorontalo tidak terganggu dan kondisi stok BBM dalam keadaan aman," tuturnya kepada Liputan6.com, Selasa (7/9/2021).

"Kapal yang terbakar itu baru selesai bongkar muat di Pertamina Gorontalo sekitar pukul 16:54 Wita. Setelah itu, ada kejadian kebakaran," terangnya.

Taufik menjelaskan, munculnya api pada kapal tersebut sekitar pukul 18.30 Wita, saat kapal itu berada di kawasan Pelabuhan Leato. Munculnya percikan api, dimulai dari tangki tempat penyimpanan BBM yang dinilai tidak sesuai prosedur.

"Dari hasil investigasi yang kami terima, percikan api muncul dari tangki yang tidak sesuai prosedur penggunaan," ungkapnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali membenarkan, kapal tersebut adalah kapal sewa. Stok BBM di Terminal BBM Gorontalo dalam kondisi aman, untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan BBM.

"Jadi masyarakat kami imbau tidak perlu panik, penyaluran BBM tetap berlangsung normal dan stok dalam keadaan aman tidak terganggu," ujarnya

Simak juga video pilihan berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel