Kapal pengangkut minyak Pertamina bocor di perairan Lhokseumawe

·Bacaan 1 menit

Katup pipa kapal pengangkut minyak yang bersandar di Pelabuhan Depot Pertamina, Desa Hagu Teungoh, Kota Lhokseumawe bocor, sehingga mencemari laut setempat.

Kepala Depot Pertamina Lhokseumawe Feri Safarudin di Lhokseumawe, Minggu, mengatakan pihaknya sedang melokalisasi area yang tercecer solar di perairan Pantai Ujong Blang.

Baca juga: Pertamina angkut 150 ribu barel minyak mentah ke Thailand

"Informasi awal yang saya ketahui bahwa kebocoran terjadi setelah proses pembongkaran dari kapal pengangkut ke Depot Pertamina. Kemudian, tim patroli menemukan adanya minyak di sekitar lambung kapal," kata Feri Safarudin.

Kebocoran minyak jenis bio solar tersebut baru diketahui warga pada Minggu (24/4) sekitar pukul 11.00 WIB, setelah tersebar bau minyak menyengat dan permukaan air laut sudah berubah warna.

Feri Safarudin mengatakan tim yang dikerahkan juga mengecek penyebab terjadinya kebocoran minyak pada kapal pengangkut tersebut, sehingga mencemari perairan setempat.

"Dugaan, kebocoran tersebut terjadi akibat katup yang mengalirkan minyak tidak bekerja secara optimal, sehingga mengakibatkan sebagian kargo kapal lepas ke laut," kata Feri Safarudin.

Baca juga: Pemerintah akui belum optimal tekan insiden tumpahan minyak

Baca juga: Kapal tongkang bermuatan minyak sawit tenggelam di Sungai Mahakam

Feri Safarudin mengatakan saat terjadinya kebocoran angin mengarah ke bibir pantai, sehingga area minyak yang bocor tersebut dapat dilokalisasi dan tumpahan minyak tidak menimbulkan dampak besar bagi ekosistem laut.

"Kami juga sudah memberikan garis polisi di lokasi kebocoran agar warga tidak masuk ke lokasi tersebut, karena berbahaya bagi masyarakat dan juga ekosistem laut," kata Feri Safarudin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel