Kapal Penumpang Berisi Barang Selundupan Ditangkap

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

  • Menkeu sebut kasus pajak BCA akibat program BPPN

    Menkeu sebut kasus pajak BCA akibat program BPPN

    Merdeka.com
    Menkeu sebut kasus pajak BCA akibat program BPPN

    MERDEKA.COM. Menteri Keuangan Chatib Basri menilai penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas skandal pajak PT Bank Central Asia Tbk yang menyeret mantan Direktur Jenderal Pajak periode 2001-2004 Hadi Poernomo, tidak berkaitan dengan sistem pajak saat ini. Sebab, pola pengajuan keberatan tagihan pajak yang dianggap merugikan negara itu cuma terjadi di masa pemulihan setelah krisis ekonomi 1998. ... …

TEMPO.CO, Jakarta-Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menangkap penyelundupan barang dengan modus menggunakan kapal penumpang. Penyelundupan yang menggunakan Kapal Motor Kelud Voy. 40 asal Batam itu  ditangkap di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2 November 2012.

"Ini merupakan hasil kerjasama antara instansi. Barang-barang tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Agung Kuswandono di kantor Bea dan Cukai, Jakarta, Kamis, 29 November 2012.

Menurut Agung, pihaknya sudah tiga kali menggagalkan penyelundupan barang dengan modus menggunakan kapal penumpang. Dia meminta agar PT Pelni melakukan pembenahan dengan mengembalikan fungsi utamanya sebagai kapal penumpang. "Ada beberapa bahan peledak yang berbahaya. Kami sudah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut," katanya.

Berdasarkan data Direktorat Bea dan Cukai terdapat sebanyak 3.140 pkgs barang yang tidak dilengkapi dokumen. Beberapa diantaranya adalah bahan kimia atau bahan baku peledak antara lain potasium nitrate dan sodium nitrate. Selain itu, terdapat alat elektronik, alat kesehatan, alat telekomunikasi, produk kosmetik, pakaian, dan peralatan olahraga. 

Bahkan, terdapat kendaraan motor dan suku cadang kendaraan, seperti motor besar CKD dan CBU, mesin mobil Ferari,marine engine diesel, dan sparpart kapal. "Semuanya tidak bertuan. Kami hanya memiliki alamat tujuan pengiriman yang belum tentu alamat resminya," kata Agung.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengapresiasi hasil tangkapan dari Bea dan Cukai. Menurut dia hal itu harus terus dimaksimalkan untuk menjaga pendapatan negara dari sektor Bea dan Cukai. "Temuan ini harus jadi contoh agar tidak ada yang mengulangi lagi," katanya.

ANGGA SUKMA WIJAYA

 

Terpopuler:

Pengganti BP Migas Bikin Acara Mahal 

Gerakan tanpa Bensin Subsidi Berlaku Tiap Ahad 

Ekspor Indonesia Diprediksi Turun 7 Persen 

Kenaikan UMP Sarat Kepentingan Pemenangan Pilkada 

BUMI Tagih Piutang buat Bayar Utang 

Kelangkaan Premium Meluas, Pati Kehabisan Stok

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...