Kapal Penumpang Berisi Barang Selundupan Ditangkap

  • Tolak akuisisi Mandiri, pekerja BTN sebut Dahlan bermain

    Tolak akuisisi Mandiri, pekerja BTN sebut Dahlan bermain

    Merdeka.com
    Tolak akuisisi Mandiri, pekerja BTN sebut Dahlan bermain

    MERDEKA.COM. 1.200 karyawan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mendatangi kantor pusat BBTN di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Aksi ini dilakukan guna menentang Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berencana memuluskan akuisi BBTN oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). …

  • Ribuan Karyawan BTN Unjuk Rasa Tolak Akuisisi

    Antara

    Jakarta (Antara) - Sekitar 1.000 orang karyawan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang tergabung dalam Serikat Pekerja BTN melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana Pemerintah yang akan mengalihkan saham perusahaan itu kepada PT Bank Mandiri Tbk. Aksi yang dinamakan "Apel Kesetiaan Pekerja Bank BTN" tersebut digelar di Gedung Pusat Bank BTN, Harmoni, Jakarta, Minggu. Pengunjuk rasa mengenakan seragam berwarna hitam dan mengenakan ikat kepala bertuliskan "Tolak Akuisisi BTN". Panggung orasi …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

TEMPO.CO, Jakarta-Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menangkap penyelundupan barang dengan modus menggunakan kapal penumpang. Penyelundupan yang menggunakan Kapal Motor Kelud Voy. 40 asal Batam itu  ditangkap di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2 November 2012.

"Ini merupakan hasil kerjasama antara instansi. Barang-barang tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Agung Kuswandono di kantor Bea dan Cukai, Jakarta, Kamis, 29 November 2012.

Menurut Agung, pihaknya sudah tiga kali menggagalkan penyelundupan barang dengan modus menggunakan kapal penumpang. Dia meminta agar PT Pelni melakukan pembenahan dengan mengembalikan fungsi utamanya sebagai kapal penumpang. "Ada beberapa bahan peledak yang berbahaya. Kami sudah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut," katanya.

Berdasarkan data Direktorat Bea dan Cukai terdapat sebanyak 3.140 pkgs barang yang tidak dilengkapi dokumen. Beberapa diantaranya adalah bahan kimia atau bahan baku peledak antara lain potasium nitrate dan sodium nitrate. Selain itu, terdapat alat elektronik, alat kesehatan, alat telekomunikasi, produk kosmetik, pakaian, dan peralatan olahraga. 

Bahkan, terdapat kendaraan motor dan suku cadang kendaraan, seperti motor besar CKD dan CBU, mesin mobil Ferari,marine engine diesel, dan sparpart kapal. "Semuanya tidak bertuan. Kami hanya memiliki alamat tujuan pengiriman yang belum tentu alamat resminya," kata Agung.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengapresiasi hasil tangkapan dari Bea dan Cukai. Menurut dia hal itu harus terus dimaksimalkan untuk menjaga pendapatan negara dari sektor Bea dan Cukai. "Temuan ini harus jadi contoh agar tidak ada yang mengulangi lagi," katanya.

ANGGA SUKMA WIJAYA

 

Terpopuler:

Pengganti BP Migas Bikin Acara Mahal 

Gerakan tanpa Bensin Subsidi Berlaku Tiap Ahad 

Ekspor Indonesia Diprediksi Turun 7 Persen 

Kenaikan UMP Sarat Kepentingan Pemenangan Pilkada 

BUMI Tagih Piutang buat Bayar Utang 

Kelangkaan Premium Meluas, Pati Kehabisan Stok

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...