Kapal Perang TNI AL Tembakkan Meriam di Laut Mediterania

Rifki Arsilan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Satgas Maritim Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-L/UNIFIL 2019 menembakkan meriam di Perairan Laut Mediterania, Lebanon dari atas Kapal Perang KRI Sultan Hasanuddin 366 milik TNI AL.

Komandan KRI Sultan Hasanuddin 366 yang juga Dansatgas MTF, Letkol Laut (P) Ludfy menyatakan, penembakan meriam dari atas kapal perang di sebelah barat Area Maritime of Operation (AMO), Laut Mediterania itu dilakukan dalam rangka latihan untuk menghadapi ancaman atau serangan Asimetris yang dapat dilakukan oleh musuh.

Dansastgas MTF menambahkan, penembakan meriam itu merupakan yang ketiga kalinya oleh KRI Sultan Hasanuddin-366, salah satu kapal perang dari jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II. Dimana sebelumnya penembakan dilaksanakan pada bulan Mei dan Oktober di area yang sama.

Meski demikian, lanjut Letkol (P) Ludfy, latihan kali ini berbeda dengan latihan-latihan sebelumnya. Latihan kali ini dilakukan dengan menggunakan skenario khusus, yaitu kapal diskenariokan melawan ancaman asymmetric, dimana prosedur surface warning 1 sampai dengan 4 diabaikan oleh kontak sehingga dilaksanakan tembakan peringatan sampai tembakan penghancuran sebagai upaya pertahanan atau self defence.

“Latihan ini merupakan suplemen prajurit dan harus dilaksanakan secara periodik, terutama selama menjalankan misi perdamaian PBB UNIFIL di Lebanon," kata Dansatgas MTF Letkol (P) Ludfy dikutip VIVA Militer dari keterangan resmi Dispenal, Kamis, 19 November 2020.

Dansatgas MTF menambahkan, latihan penembakan meriam tersebut adalah wujud implementasi dari instruksi Pangkoarmada II Laksda TNI IGN. Sudihartawan, yang sekaligus merupakan tindak lanjut dari program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono di bidang Peningkatan kemampuan TNI AL dalam hadapi ancaman bersifat non-konvensional.

"Tujuan dari latihan ini adalah untuk tetap menjaga serta meningkatkan ketangkasan, ketrampilan dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang sewaktu-waktu dapat terjadi," kata Komandan KRI Sultan Hasanuddin 366, Letkol (P) Ludfy.

Baca juga : TNI Awasi Kediaman Rizieq Shihab di Petamburan