Kapal perintis di Gorontalo mulai beroperasi kembali

Layanan kapal perintis dari dan ke Provinsi Gorontalo mulai beroperasi kembali, setelah dicabutnya surat pembatasan operasional oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer mengatakan sebelumnya operasional kapal perintis atau tol laut di semua daerah dibatasi Kementerian Perhubungan, dengan alasan efisiensi di tengah pandemi COVID-19. P.

“Khusus di Pelabuhan Kwandang ini bahkan dihentikan sementara operasionalnya. Alhamdulillah sekarang sudah normal kembali. Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Gorontalo berterima kasih kepada Pak Menhub dan jajaran atas kebijakan tersebut,” kata Hamka saat meninjau aktivitas penumpang di Pelabuhan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu.

Baca juga: Tol laut beri dampak positif turunkan harga kebutuhan pokok

Sejak beberapa tahun terakhir Kemehub mengalokasikan program tol laut untuk sejumlah kapal orang dan barang, serta kapal ternak di Gorontalo.

Kapal-kapal tersebut melayani rute ke Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 97 pangkalan Pelabuhan Kwandang melayani rute Tarakan, Kalimantan Utara.

Kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 76 pangkalan Pelabuhan Gorontalo melayani rute Luwuk, Sulawesi Tengah dan Ternate, Maluku Utara.

Kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 113 di Tilamuta memiliki rute hingga Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Kemenhub kaji rencana penambahan pelabuhan singgah Tol Laut

Hamka menilai terhubungnya akses laut dari dan ke Gorontalo sebagai hal penting untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Menurutnya tol laut tidak hanya memudahkan perpindahan orang dan barang, tetapi juga akses ternak dari dan ke Gorontalo dengan harga subsidi.

“Beberapa minggu lalu kami juga sudah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Kota Tarakan untuk pengiriman ternak dari Gorontalo, dengan memanfaatkan keberadaan kapal perintis dan kapal khusus ternak. Ini tentu saja sebuah langkah maju kedua daerah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur meninjau kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 116 yang akan berlayar dari Kwandang, Toli-toli, hingga ke Tarakan.

Ada sekitar 65 penumpang yang akan berlayar dengan biaya bersubsidi, yakni sekitar Rp90 ribu untuk rute terjauh.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel