Kapal Perusahaan Tabrak Perahu Pencari Ikan, Nelayan Ditemukan Tewas di Kukar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Balikpapan Kecelakaan kapal terjadi di Senipah Jetty Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Senin (25/10/2021) sekira pukul 20.20 Wita.

Kapal milik PT PNEP Ct 1303 menabrak kapal nelayan yang sedang melintas di kawasan tersebut. Alhasil, kapal yang memuat dua orang nelayan tersebut langsung terbalik dan tenggelam. Kedua korban sempat terlempar ke luar kapal yang digunakannya untuk mencari ikan.

Menurut informasi yang diterima, peristiwa nahas tersebut bermula sekitar pukul 19.55 Wita Kapal Krubut keluar dari Jetty menuju Peciko Alfa yang dinahkodai oleh Bayanydin dan Abdurahman sebagai juru mudi, serta Asdar kepala kamar mesin.

“Setelah melihat benda dengan jarak 10 sampai 15 meter di daerah SBM atau buih marine dalam, pada Pukul 20.30 Wita sempat ubah haluan sempat dihindari, awak kapal menahan laju kapal menurunkan baket dan terjadi benturan,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Melkianus Kotta, pada Selasa (26/10/2021) siang.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Satu Nelayan Diselamatkan

Proses evakuasi jasad korban kecelakaan laut di Kutai Kartanegara.
Proses evakuasi jasad korban kecelakaan laut di Kutai Kartanegara.

Saat itu posisi kapal penabrak masih tetap bergerak jalan dengan laju sekitar 16 knot. Kemudian kru kapal melihat ada dua orang pria terapung. Kedua korban diketahui bernama Hamzah (18) dan Tudding. Keduanya merupakan warga Senipah, Kukar.

“Selanjutnya dilihat terapung dua orang nelayan itu kemudian dilemparkan dua pelampung, satu orang dapat pelampung langsung ditarik atas nama Hamzah, yang kemudian langsung dibawa menuju rumah sakit Samboja untuk mendapat perawatan. Sementara satu korban lainnya gak dapat dan diperkirakan hanyut pada saat itu,” bebernya.

Mendapat informasi adanya satu korban nelayan yang hilang, Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Basarnas Kaltim) langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan pencarian. Dengan dibantu dua kapal nelayan pencarian langsung dilakukan

Setelah beberapa jam berputar-putar di lokasi kejadian tak kunjung ada tanda-tanda korban ditemukan. Pencarian pun ditunda dan kembali dilakukan pada Selasa (26/10/2021) pagi.

Korban Ditemukan Meninggal

Tim DVI Polri membawa kantong jenazah berisi bagian tubuh korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 dilakukan dengan mengerahkan kapal-kapal yang dilengkapi peralatan bawah laut. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Tim DVI Polri membawa kantong jenazah berisi bagian tubuh korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 dilakukan dengan mengerahkan kapal-kapal yang dilengkapi peralatan bawah laut. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Setelah kurang lebih enam jam melakukan pencarian di area lokasi kejadian, Tim SAR gabungan melakukan penyelaman untuk mencari posisi kapal nelayan yang tenggelam.

Sekitar pukul 12.30 Wita, korban atas nama Tudding berhasil ditemukan oleh unsur SAR gabungan, berada di dalam kabin kapal miliknya yang tenggelam.

“Korban ditemukan dalam kabin kapal dan dalam kondisi meninggal dunia saat dilakukan pencarian dengan cara menyelam mencari kapal korban yang tenggelam, jazad korban langsung dibawa menuju rumah sakit Samboja dan kemudian diserahkan ke pihak keluarganya,” pungkasnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di perairan Senipah, Kukar dinyatakan ditutup.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel