Kapal Pesiar Mewah Karam di Pantai Barat Italia

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA - Puluhan orang masih dinyatakan hilang pada Ahad (15/1) setelah kapal pesiar Italia dengan kapasitas lebih dari 4.000 penumpang terbalik di pantai barat Italia. Berdasarkan laporan sementara, tragedi tenggelamnya kapal pesiar mewah ini menewaskan sedikitnya tiga orang dan 70 orang lain terluka.

Kapten kapal mewah Costa Concordia yang bermuatan 114.500 ton ini telah ditahan di penjara atas tuduhan kelalaian sehingga kapal karam dan berakibat hilangnya nyawa manusia. Penumpang yang selamat mengatakan bahwa tragedi ini seperti melihat tayangan ulang bencana Titanic.

Antonietta Sintolli (65) mengatakan ia melihat orang melompat ke laut dan panik berebut jaket keselamatan ketika kapal menabrak batu dan kandas di dekat Pulau Giglio malam sebelumnya. "Aku yakin aku akan mati. Kami berada di sekoci selama dua jam, menangis dan berpegangan pada satu sama lain," kata Antonietta sambil menangis saat menceritakan peristiwa itu.

Pada Ahad pagi (15/1), media Italia melaporkan petugas pemadam kebakaran menemukan dua orang yang masih hidup. Petugas menemukannya setelah melakukan kontak dengan mereka dari deck di atas kapal. Kekhawatiran jumlah korban bisa meningkat karena cuaca buruk beberapa hari belakangan di Italia. "Kami tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa lebih banyak orang akan hilang," kata jurubicara tim SAR Italia.

Tidak jelas berapa banyak dari mereka yang belum ditemukan dan masih terjebak di dalam kapal. ''Kapten kapal, Francesco Schettino, ditangkap pada Sabtu malam untuk diinterogasi atas kejadian ini,'' kata polisi.

Masih belum jelas bagaimana kapal sepanjang 290 meter ini bisa kandas di perairan tenang begitu dekat dengan pantai Italia. Kapal pesiar mewah ini bagaikan sebuah resor yang mengambang dengan fasilitas spa, bioskop, kolam renang, kasino dan bar.

Kapal mewah ini membawa penumpang kaya terutama dari Italia, termasuk Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol dan Amerika. Kapal yang dibangun pada tahun 2004-2005 ini menelan biaya sebesar 450 juta euro.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.