Kapal Tenggelam di Jambi, Syahbandar Akui Salah

·Bacaan 1 menit

VIVA – Peristiwa tenggelamnya Kapal KM Wicly di Dermaga Syahbandar, di Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, membuat Kepala Syahbandar, Anhar merasa bersalah.

Ia mengakui kecolongan, sehingga kapal tersebut berlayar dan terjadi peristiwa yang memakan korban jiwa tersebut.

"Saya mengaku salah karena sudah kecolongan terhadap KM Wicly di Dermaga Syahbandar Nipah Panjang," ujarnya, Kamis 27 Mei 2021.

Baca juga: Reaksi Habib Rizieq Divonis Denda Rp20 Juta

Anhar mengatakan, memang pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan. Lantaran kapal tersebut diduga kuat telah menyalahi peraturan, mengingat kapal itu adalah kargo tetapi justru memuat penumpang.

"Untuk penumpang yang diantar ke dermaga kami tidak tahu, karena penumpang diantar pakai speed dan kita tidak tahu sama sekali," katanya,

Anhar mengatakan, di dermaga sifatnya hanya laporan dan kalau tidak ada laporan dari petugas dermaga, maka diakuinya ada kesalahan. Ia mengaku belum ada koordinasi dengan ABK kapal yang tenggelam tersebut.

Termasuk soal jumlah penumpang, ia mengaku belum bisa dipastikan apakah benar 26 orang atau tidak. Mengingat manifestasi penumpang kapal tersebut tidak ada. Tetapi ia berjanji, ke depannya akan diperketat lagi pengawasan di dermaga.

"Yang ada pada saat Kapal Wicly bersandar yang ada hanya penjaga malam dan bukan anggota sabandar sedangkan penjaga malam tidak melaporkan kepada dirinya sehingga tidak tahu kalau Kapal KM Wicly bersandar," terangnya.

Atas kejadian itu, ia mengaku salah dan kecolongan karena tidak tahu KM Wicly tersebut bersandar, sebelum akhirnya berangkat dan dinyatakan tenggelam.

"Saya akui ini kecolongan dan kedepan akan dijaga lebih baik lagi," katanya. Termasuk penertiban fungsi kapal, dimana kargo tidak akan diizinkan lagi memuat penumpang.

Diketahui, Sabtu pagi, 22 Mei 2021, sekitar pukul 06.00 WIB, KM Wicly Jaya Sakti bermuatan barang dan penumpang sebanyak 26 orang tenggelam di tengah laut Tanjung Jabung. sebanyak 18 orang selamat dan 8 orang tenggelam dan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel