Kapan Akses Internet di Papua Kembali Normal? Ini Penjelasan Menkominfo

Liputan6.com, Jakarta - Informasi terakhir dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada 23 Agustus 2019, pemblokiran akses internet di Papua dan Papua Barat masih berlanjut.

Lalu, kapan akses internet di Tanah Papua akan kembali normal? Mengutip Antara, Minggu (25/8/2019), Menkominfo Rudiantara menyatakan belum bisa memutuskan kapan waktunya (pembukaan akses internet di Papua).

Rudiantara menuturkan karena pihaknya harus berkoordinasi lebih dahulu dengan pihak lain, seperti aparat kepolisian.

"Saya tidak bisa memutuskan. Yang bisa memutuskan teman-teman di lapangan. Saya tidak melakukan ini sendiri, tapi kerja sama dengan pihak hukum. Saya ajak, ayo jaga dunia maya jangan sampai dikotori hoaks atau adu domba," katanya di ajang Gamers Land Party (GLP) 2019 di JX International Surabaya.

Terkait pemblokiran akses internet, Rudiantara menegaskan, pihaknya tidak menutup akses internet di Papua dan Papua Barat, tapi hanya membatasinya. Kebijakan itu dilakukan pasca-kerusuhan di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat.

Rudiantara mengungkapkan alasan membatasi akses internet lantaran banyaknya hoaks di media sosial yang memprovokasi masyarakat Papua dan Papua Barat.

 

Sesuai UUD

Menkominfo Rudiantara. Liputan6.com/Andina Librianty

Rudiantara mengatakan, pembatasan internet sesuai dengan dasar hukum yang ada dan mengacu pada UUD yakni Hak Asasi Manusia (HAM) karena untuk melindungi hak orang lain.

Sementara itu, di UU ITE Pasal 40 dituliskan, pemerintah diwajibkan melindungi masyarakat sehingga pihaknya memiliki kewenangan untuk membatasi internet. Dia berharap, situasi di Papua segera pulih.

"Jika saya tidak melakukan itu berarti tidak melindungi masyarakat. Pembatasan internet data ini untuk kepentingan bersama. Mudah-mudahan situasi segera kondusif tidak hanya di dunia nyata tapi di dunia maya," ucapnya.

 

 

Bertolak Belakang dengan Pernyataan Sebelumnya

Massa turun ke jalan dalam unjuk rasa yang berujung kerusuhan di kota Manokwari, Papua, Senin (19/8/2019). Aksi masyarakat Papua ini merupakan buntut dari kemarahan mereka atas peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, serta Semarang beberapa hari lalu. (STR / AFP)

Sebelumnya, pemerintah melalui Kemkominfo mengaku terus melanjutkan pemblokiran layanan internet milik operator seluler di Papua dan Papua Barat.

Hal ini berdasarkan pada siaran pers Kemkominfo nomor 156/HM/KOMINFO/08/2019 tertanggal 23 Agustus 2019. Kemkominfo sendiri telah memblokir layanan internet sejak 21 Agustus hingga saat ini.

"Merujuk Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Informatika RI No. 155/HM/KOMINFO/08/2019 tanggal 21 Agustus 2019 mengenai Pemblokiran Layanan Data Internet di Papua dan Papua Barat, dengan ini disampaikan hingga saat ini, Jumat (23/8) pemblokiran data internet pada layanan operator seluler masih berlanjut," kata Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu, dalam keterangan resmi Kemkominfo, Jumat (23/8/2018).

Ferdinandus mengatakan, pemblokiran layanan data internet tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi Tanah Papua benar-benar normal.

Meski akses internet diblokir, Ferdinandus menyebut, untuk saat ini masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan menggunakan layanan panggilan telepon dan layanan pesan singkat/SMS.

Ferdinandus mengatakan, alasan pemblokiran layanan internet tetap dilanjutkan hingga saat ini karena masih masifnya peredaran hoaks, kabar bohong, rasis, dan provokatif terkait Papua dan Papua Barat.

(Isk/Ysl)