Kapan Harus Medical Check Up? Ini Jelasnya

Dian Lestari Ningsih, kanaljogja
·Bacaan 5 menit

VIVA – Sebagai seorang human capital yang langsung bersinggungan dengan karyawan sering kali mereka bertanya kapan saya harus medical check up. Setelah itu mereka biasanya akan bertanya kenapa harus medical check up. Kini perusahaan tahu betul bahwa karyawan adalah aset yang paling berharga. Oleh karena itu perusahaan akan melakukan berbagai upaya untuk memastikan karyawan benar-benar dalam kondisi prima

Tak tanggung-tanggung perusahaan akan menggelontorkan dana besar untuk hal tersebut. Salah satunya dengan menyediakan budget untuk memeriksa kesehatan secara menyeluruh. Medical check up adalah sejumlah upaya pemeriksaan kesehatan khususnya fisik secara menyeluruh.

Semua organ yang ada dalam tubuh akan dicek dengan seksama baik itu yang ada di dalam tubuh maupun indra yang ada. Harapannya dengan pengecekan rutin dapat dilakukan deteksi dini bila terjadi penurunan performa atau kelainan. Selain itu berbagai risiko penyakit yang mungkin timbul akan terdeteksi sejak awal.

Manfaat lain dari kegiatan yang baiknya dilakukan setahun sekali ini adalah sebagai upaya mencegah komplikasi penyakit. Khususnya mereka yang tinggal di perkotaan dimana jam kerja tidak jelas, risiko kerja tinggi dan gaya hidup kurang sehat.

Seringkali rasa nyaman dipikiran itu akan menurunkan sistem imunitas. Terlebih saat ini di masa pandemi dimana psikis benar-benar harus dijaga. Dengan medical check up kita akan tahu betul-betul sehat atau sebenarnya sakit hanya saja tidak menyadari karena dianggap sesuatu yang lumrah. Menjadi penting untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh untuk mendapat kepastian secara psikis.

Dari hasil pengecekan ini juga bisa digunakan sebagai rujukan untuk treatment agar performa optimal. Selain itu pada beberapa kasus check up ini dapat digunakan untuk perencanaan metode penanganan dan pengobatan yang tepat untuk jangka panjang. Jangan sampai terlambat dan terjadi masalah yang lebih besar.

Mengingat pentingnya kegiatan ini maka seyogyanya dilakukan satu tahun sekali bagi mereka yang masih produktif. Terlebih bagi mereka yang menjadi tulang punggung keluarga agar terhindar dari hal-hal tidak diinginkan.

Dalam pelaksanaannya medical check up akan melalui serangkaian tahapan yang harus dilalui. Biasanya pemeriksaan akan dimulai dengan konsultasi dokter. Dari hasil ini kemudian akan ditindaklanjuti dengan sejumlah pemeriksaan medis. Kini dunia kesehatan telah berkembang sangat pesat dan tersedia alat-alat canggih yang siap digunakan.

Prosedur dan Tahapan yang Akan Dilalui

Setiap klinik atau rumah sakit bisanya akan memiliki prosedur yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi dengan kebutuhan check up itu sendiri yang juga bermacam-macam.

Selain itu bisanya dipengaruhi faktor usia, jenis kelamin dan kondisi kesehatan saat dilakukan pengecekan. Namun yang pasti ada satu kesamaan dimana tujuan akhir adalah mendapat rekomendasi apa yang harus dilakukan kemudian.

Tahapan Medical Check Up yang Akan Dilalui

1. Pemeriksaan Riwayat Kesehatan

Hal pertama yang akan dilakukan klinik atau rumah sakit adalah memeriksa riwayat kesehatan yang bersangkutan. Menjadi penting untuk setiap orang menyimpan informasi yang berhubungan dengan kesehatan.

Untuk mendapat informasi lebih up to date maka dokter akan melakukan sejumlah interview mendalam berkaitan dengan riwayat kesehatan yang ada. Pada proses ini benar-benar harus diperhatikan dan jangan coba-coba untuk berbohong.

Apapun alasannya informasi diberikan harus sejujur mungkin. Hal ini karena data awal ini akan berkaitan dengan data-data berikutnya.

2. Pemeriksaan Tanda Vital

Selanjutnya dokter akan melakukan pengecekan tanda-tanda vital yang ada. Memastikan semua tanda vital berfungsi dengan normal.

Beberapa tanda vital yang dicek antara lain:

– Frekuensi denyut jantung, dalam kondisi normal ada diangka 60 – 100 kali per menit.

– Frekuensi pernapasan, dalam kondisi normal ada diangka 12 – 20 kali per menit.

– Suhu tubuh, dalam kondisi normal ada diangka 36 – 37 derajat Celcius.

– Tekanan darah dalam kondisi normal ada diangka 90/60 – 120/80 mmHg.

3. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan ini untuk memastikan fungsi organ fisik tetap optimal. Nantinya jangan kaget bila kita harus mengikuti sejumlah instruksi yang diberikan mulai dari berdiri, duduk, jongkok, berbaring dan lain-lain.

Tak lupa tinggi dan berat badan akan diukur. Pemeriksaan ini bagi sebagian orang mungkin akan merasa risih atau tidak nyaman karena kita akan diperiksa satu-satu hingga menyeluruh dari ujung kaki hingga ujung rambut.

Seluruh indra akan dicek satu-satu untuk mengetahui seberapa baik fungsinya. Baik itu mata, hidung, telinga, mulut hingga tangan untuk memastikan kinaesteti berfungsi dengan baik. Dalam prosesnya berbagai alat akan digunakan sesuai dengan peruntukkannya.

Semakin mendalam dan lengkap organ diperiksa maka akan semakin baik tentunya. Oleh karena itu mereka pun biasanya menawarkan berbagai paket sesuai kebutuhan.

4. Pemeriksaan Penunjang

Apabila fisik telah diperiksa secara keseluruhan dan dibutuhkan pembacaan lebih detail maka akan dilakukan pemeriksaan penunjang. Jenisnya pun ada bermacam-macam yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Beberapa pemeriksaan yang ada antara lain:

– Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium ini pun sering kali digunakan. Bukan hanya pada medical check up saja tapi pada pemeriksaan umum.

Jenis sampel yang biasa diambil antara lain darah, urine dan tinja. Dari benda-benda tersebut dapat dilihat jumlah sel darah, kandungan kolesterol, gula darah, atau zat kimia yang ada di dalamnya.

– Pemeriksaan Pencitraan

Dalam prosesnya, bidang kedokteran akan menggunakan alat-alat yang sangat canggih seperti USG dan foto Rontgen. Dengan alat-alat ini maka akan terlihat kelainan yang ada dalam tubuh dengan lebih jelas.

Organ tubuh yang diperiksa dengan alat-alat tersebut antara lain paru-paru, hati, pankreas, ginjal, limpa, kandung kemih, prostat, dan rahim. Khusus bagi kaum hawa maka dengan rontgen juga bisa mendeteksi adanya tumor payudara.

– Pemeriksaan Rekam Jantung

Kelainan yang ada pada jantung akan terlihat dengan jelas pada monitor yang terhubung dengan alat ini. Caranya cukup menempelkan elektroda pada kulit dada, lengan dan tungkai.

Pada sebagian orang pemeriksaan rekam jantung atau elektrokardiografi (EKG) ini cukup dengan berbaring. Namun pada sebagian orang terkadang mereka harus berjalan / berlari dalam sebuah treadmill.

– Pap Smear

Khusus bagi wanita yang telah berusia 21 tahun keatas dan sudah pernah berhubungan seksual disarankan untuk melakukan test ini. Setidaknya tes ini dilakukan 3 tahun sekali untuk deteksi dini akan munculnya kanker serviks.

Sementara itu bagi mereka yang berusia diatas 30 tahun disarankan 5 tahun sekali. Dan bila telah berusia diatas 65 maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan kecuali ada keluhan.

Pasca medical check up ini akan muncul sejumlah hasil dan rekomendasi apa yang harus dilakukan. Bila memang tidak perlu ada yang diwaspadai maka cukup lakukan pola hidup sehat.

Tapi bagi mereka yang ditemukan ada indikasi kurang baik maka sangat disarankan ikuti apa saran dokter. Jangan sampai abai dan menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.

Di dalam negeri pun ada banyak klinik yang memberikan fasilitas check up yang baik. Tinggal pilih dan sesuikan dengan budget yang ada.

SUMBER ASLI