Kapan Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Bakal Digelar?

Donny Adhiyasa, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sejak pertengahan Januari 2021, pemerintah sudah mulai melakukan program vaksinasi COVID-19. Program vaksinasi COVID-19 diketahui menjadi salah satu cara untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

Tidak hanya itu saja, vaksinasi COVID-19 juga penting untuk mencapai kekebalan kelompok atau Herd Immunity. Herd Immunity adalah kondisi ketika sebagian besar dari jumlah populasi di suatu area telah kebal terhadap suatu penyakit karena proses vaksinasi atau infeksi alami.

Program vaksinasi COVID-19 diketahui pada tahap awal diketahui sudah menyasar pada tenaga kesehatan, petugas publik hingga lansia. Namun lantas bagaimana dengan vaksin COVID-19 untuk anak-anak? Mengingat pada Juni pemerintah DKI Jakarta berencana akan melakukan uji coba sekolah tatap muka.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof.DR.Dr. Amran B. Pulungan, Sp.A (K),FAAP, FRCPI angkat bicara.

"Kalau menjawab ini, saat ini positioning belum ada. Awalnya perkiraan kita menduga 2021 ini keluar tapi melihat situasi saat ini belum ada," kata Amran dalam virtual conference Pekan Imunisasi Dunia, Kamis 29 April 2021.

Amran menjelaskan, di beberapa negara diketahui anak-anak usia hingga 18 tahun sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19. Misalnya saja Nepal, negara tersebut diketahui telah mulai melakukan program vaksinasi pada anak usia 14 tahun.

"Hanya di beberapa negara di Nepal mereka sudah mulai pada anak usia 14 tahun tapi pakai astrazeneca. Kalau kita pakai terminologi anak sampai 18 tahun jadi berarti anak yang sekolah sudah bisa divaksin tapi di kita astraZeneca di kita masih second choice ketimbang Sinovac," jelas dia.

Dengan adanya sejumlah program vaksinasi pada anak di sejumlah negara diharapkan bisa menjadi acuan untuk vaksinasi di Indonesia.

"Jadi kita harus betul-betul mengharap sekarang nantinya data untuk anak ini akan lebih banyak," ujar dia. Dirinya juga berharap jika memang vaksinasi untuk anak bisa dimulai pada akhir tahun ini.

"Mungkin nanti kita mengharapkan paling tidak EUA akhir tahun mungkin bisa. Kalau AstraZeneca lebih banyak yang masuk dan bermanfaat untuk ini bisa dipakai,saat ini tetapi uncertain data ilmiah kami butuhkan, kalau itu terbukti secara evidence kami tidak mau bicara IDAI," kata dia.

Dijelaskan Amran, siang ini akan ada seminar yang dihadiri oleh ahli vaksin China dan India. Dalam seminar itu mereka akan memaparkan bagaimana proses vaksinasi pada anak di negara mereka.

"Nanti siang anti vaksin china akan paparkan bagaimana progress mereka dan dari India. Tetapi di beberapa negara sudah memang dicoba vaksin untuk anak. Di kita enggak tau kenapa on-off saat itu ada akan mau dimulai tapi distop," jelas Amran.