Kapan Virus Corona Berakhir di Indonesia?

Lutfi Dwi Puji Astuti, Isra Berlian

VIVA – Virus corona (COVID-19) hingga saat ini telah menjangkiti 1,3 juta orang di dunia. Di Indonesia sendiri kasus positif sudah mencapai 2.956 hingga Rabu 8 April 2020 lalu. 

Wabah yang pertama kali ditemui di Wuhan ini tentu membuat masyarakat khawatir dan berharap virus ini bisa secepatnya mereda. Lalu kapan virus ini bisa berakhir? Dalam program Hidup Sehat di tvOne, Kamis, 9 April 2020, pakar kesehatan masyarakat, Prof. Dr. Hasbullah Tabrany, MPH belum bisa memprediksi secara pasti kapan virus ini dapat berakhir di Indonesia.

Namun, dia menjelaskan ada beberapa prediksi yang dilakukan oleh para epidemiologist dan statistik di Indonesia tentang berapa lama virus ini ada di Indonesia. Berdasarkan perhitungan virus ini diprediksi dapat berakhir pada 2 hingga 3 bulan sejak ditemukan kasus pertama.

"Kita baru punya kasus ini di tanggal 2 Maret 2020 jadi baru satu bulan. Ada beberapa teman saya melakukan simulasi mencoba menghitung sampai mana data perkembangan jumlah kasus harian, dan berapa banyak jumlah kasus menjadi dua kali lipat," kata dia. 

Dia menambahkan, "Dalam minggu terakhir jumlah kasus 2x lipat tapi bisa jadi dalam waktu dekat bisa tiga empat kali. Berdasarkan data ahli epidemiologi dan statistik bisa hitungan, hitungan 2-3 bulan akan menurun," kata dia. 

Angka kasus positif ini bisa menurun karena sifat virus yang terkena orang secara alamiah akan menimbulkan kekebalan pada badan. Sehingga ketika seseorag tertular tidak akan menghasilkan penyakit dan tidak akan menularkan ke tempat lain.

"Virus sifat alamiah akan timbulkan kekebalan pada badan, kalau tertular enggak hasilkan penyakit dan tidak menularkan ke tempat lain, ini akan terjadi kurva penurunan. Itu yang dilihat di China dan Korea. Tapi balik lagi tergantung disiplin masyarakat bisa tetap di rumah atau tidak," kata dia. 

Di sisi lain, Hasbullah Tabrany menjelaskan, dari kajian oleh berbagai ahli mengenai virus ini, menjelaskan bahwa angka kesembuhan dari penyakit ini cukup besar yakni sekitar 80 persen.

"Kajian selama ini oleh berbagai ahli tingkat kesembuhannya tinggi 80 persen. Memang belum ada data kesembuhan yang stabil. Kasus virus memang umumnya bisa sembuh kalau daya tahan tubuh baik. Tapi jangan anggap enteng karena daya tahan tubuh tiap individu beda, virulensi (keganasan) berbeda. Waspada jaga diri," jelas dia.

Selain itu, penting juga kata dia untuk mematuhi imbauan pemerintah untuk phsycal distancing. Mengingat, phsycal distancing mencegah penyebaran virus corona. 

"Penyebaran ini karena droplet, kontak jarak dekat. Kalau jaga jarak disiplin tidak terjadi penularan. Problem di Indonesia masih bergerombol ini tantangan besar di kita," kata dia.