Kapan Waktu yang Tepat Mengecek Oli Mobil, Ini Jawabannya

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Oli merupakan salah satu komponen penting pada mesin mobil. Tanpa cairan ini, maka bagian mesin tidak bisa bergerak lancar akibat minim pelumasan.

Setiap oli memiliki masa pakai, durasinya tergantung dari waktu pemakaian dan jarak tempuh. Biasanya, masing-masing produsen kendaraan mencantumkan informasi tersebut pada buku panduan.

Apabila telat diganti, maka akibatnya bisa fatal. Selain membuat gesekan komponen jadi lebih besar, mesin juga mengalami panas berlebih.

Belum lagi semua kotoran yang menempel pada dinding mesin tidak terbawa ke saringan, sehingga tetap menempel dan berisiko menimbulkan goresan.

Namun, bagaimana jika kendaraan tersebut lama tidak dipakai? Apakah oli tetap harus diganti saat pemilik memutuskan untuk menggunakan mobil?

General Manager of After Sales Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Boediarto mengatakan bahwa sepengetahuannya para produsen oli tidak pernah menyatakan berapa lama pelumas bisa dibiarkan di dalam mesin.

“Tapi seperti yang pernah kami sampaikan, sebaiknya mobil itu dipanaskan kalau bisa tiga hari sekali. Kalau enggak bisa, minimal seminggu sekali. Kalau enggak bisa juga, dua minggu sekali,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Jumat 23 April 2021.

Apabila kendaraan dibiarkan parkir selama lebih dari satu bulan, Boediarto menyarankan pemilik untuk memeriksa pelumasnya terlebih dahulu, sebelum menghidupkan mesin.

“Sebaiknya diperiksa, karena oli bisa mengendap dan bagian-bagian yang membutuhkan tidak dapat pelumasan yang cukup,” tuturnya.

Hal yang dikhawatirkan Boediarto, yakni adanya endapan pada bak oli. Jika dipaksakan untuk dipakai, maka kotoran tersebut akan bersirkulasi dan membuat masalah pada mesin.

“Kalau sudah waktunya sebulan, sebaiknya diperiksa. Kalau ragu, bawa ke bengkel terdekat,” jelasnya.