Kapasitas tempat tidur pasien COVID-19 di DKI jadi sembilan persen

·Bacaan 2 menit

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, kapasitas tempat tidur rumah sakit (BOR) bagi pasien COVID-19 hingga Minggu (9/1) mencapai 348 tempat tidur atau naik sembilan persen dari total kapasitas 3.385 tempat tidur.

"Jadi ada peningkatan kembali menjadi sembilan persen, yang tadinya sudah turun sampai di empat persen," kata Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Senin.

Begitu juga kapasitas tempat tidur di ruang perawatan intensif (ICU) dari 604 tempat tidur, sudah terpakai 31 tempat tidur atau menjadi lima persen.

"Dari empat persen naik satu persen, ini menandakan bahwa vaksin kami berhasil, yang masuk ICU terus berkurang sekalipun ada peningkatan satu persen," kata Riza.

Peningkatan kapasitas tempat tidur itu menyusul kenaikan kasus positif COVID-19 varian Omicron yang hingga saat ini sudah mencapai 414 orang atau naik tujuh orang dari Minggu (9/1).

Baca juga: 10 pasien Omicron di DKI sudah sembuh
Baca juga: 10 pasien Omicron di DKI sudah sembuh

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ketika diwawancarai awak media di Balai Kota Jakarta, Senin (10/1/2022). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ketika diwawancarai awak media di Balai Kota Jakarta, Senin (10/1/2022). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Pada 9 Januari 2022, total kasus positif aktif COVID-19 yang dirawat dan diisolasi mencapai 1.885 orang terdiri dari 1.415 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) atau 75,1 persen dan sisanya 470 orang non PPLN.

Dari jumlah kasus itu, sebanyak 407 di antaranya kasus positif varian Omicron dengan rincian PPLN sebanyak 350 orang atau 86 persen dan 57 orang lainnya transmisi lokal.

Riza mengatakan varian Omicron memiliki gejala ringan seperti batuk dan pilek serta lebih ringan dibandingkan varian Delta.

Meski begitu, varian Omicron itu lebih cepat menular sehingga perlu diantisipasi.

"Semua hati-hati apalagi daerah-daerah yang berpotensi adanya Omicron. Jadi semua hati-hati sekalipun ini bukan varian yang berbahaya tapi tidak boleh dianggap enteng tetap waspada," katanya.
Baca juga: Sudin Kesehatan Jakpus lakukan pelacakan keluarga pasien Omicron
Baca juga: DKI lanjutkan PTM 100 persen meski ada varian Omicron

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel