Kapendam: Penikam Kepala RS L.B. Moerdani Merauke ditahan

Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Kav. Herman Taryaman mengungkapkan Sertu Muhammad Alkausar, yang menikam Mayor CKM dr. Beni Arjihans, M.Si. Med, Sp.B, Kepala Rumah Sakit Jenderal L.B. Moerdani Merauke, sudah ditahan di Denpom XVII-3 Merauke.

"Memang benar pelaku penikaman yang menewaskan Mayor CKM. dr. Beni Arjihans, M.Si. Med, Sp.B sudah ditahan dan diproses (secara hukum)," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Letkol Kav. Herman Taryaman di Jayapura, Papua, Selasa.


Dari laporan yang diterima, Herman menjelaskan bahwa insiden penikaman oleh Sertu Muhammad Alkausar terhadap Mayor CKM dr. Beni Arjihans terjadi pada Selasa (5/7) sekitar pukul 08.00 WIT. Pelaku menikam korban dengan menggunakan pisau.


Kasus tersebut bermula saat korban Mayor CKM dr. Beni Arjihans, sekitar pukul 08.00 WIT, melaksanakan apel pagi bersama seluruh personel. Namun saat itu Sertu Muhammad Alkausar tidak ikut apel karena terlambat.


Sambil menunggu kehadiran pelaku yang tidak ikut apel pagi, personel lainnya olahraga lari. Namun tak beberapa lama kemudian pelaku datang di tempat apel dan menyampaikan kekesalannya.

Sertu Muhammad kemudian menuju ke sepeda motor miliknya guna mengambil pisau yang disimpan dalam jok motor. Sambil membawa pisau, pelaku kemudian menemui korban yang berada di IGD Rumah Sakit L.B. Moerdani Merauke lalu menikamnya dan mengenai punggung korban.


"Mayor CKM dr. Beni Arjihans sempat dilarikan ke RS AL Merauke namun nyawanya tidak tertolong," jelas Herman.


Jenazah korban, menurut rencana, pada Rabu (6/7) akan diterbangkan ke Jakarta dan selanjutnya dibawa ke Cimahi, Jawa Barat, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

"Adapun pelaku saat ini menjalani proses hukum," kata Letkol Kav. Herman Taryaman.

Baca juga: Presiden resmikan RS Jenderal LB Moerdani di Merauke

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel